26,1 Persen Penduduk Indonesia Kurang Olahraga

27
Prosesi pelantikan Ketua Perwosi Jatim oleh Ketua Umum Koni Provinsi Jatim.

Indonesia merupakan negara yang penduduknya memiliki kesibukan cukup tinggi. Namun, kesibukan itu tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan, sebanyak 26,1 persen penduduk Indonesia melakukan aktivitas fisik yang kurang aktif.

Temuan tersebut membuat Arumi Emil Dardak semakin bersemangat mengajak masyarakat, terutama kaum hawa untuk menjadikan olahraga sebagai gaya hidup (lifestyle). Hal itu diungkapkan Arumi saat dia dilantikan sebagai Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Wanita Olahraga (Perwosi) Jawa Timur Masa Bakti 2018-2022.

“Kita harus gas pol untuk mewujudkan visi Perwosi sebagai organisasi wanita yang berperan vital dalam mewujudkan masyarakat Jatim yang sehat, produktif, dan bahagia melalui pola hidup sehat dengan berolahraga,” katanya dalam acara yang digelar di Ruang Bhinaloka Kantor Gubernur Jatim, Kamis (2/5).

Menurut istri Wakil Gubernur Jatim ini, untuk membentuk pola hidup sehat melalui olahraga dapat dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga. Dalam hal ini, kaum perempuan memegang peranan sangat sentral. Dia mengatakan, gaya hidup sehat dapat dibiasakan oleh ibu-ibu sejak bangun pagi, beribadah, kemudian membuat sarapan sehat, atau berolahraga bareng dengan keluarga.

“Jika keluarga itu sehat, maka seluruh anggotanya bisa produktif. Orangtua bisa bekerja mencari nafkah, kemudian jika nafkah terpenuhi tentu keluarga sejahtera. Jika sejahtera, maka keluarga tersebut akan bahagia, plus bonusnya adalah awet muda jika rajin berolahraga,” lanjutnya.

Dia menambahkan, keluarga yang sehat akan berkonstribusi terhadap terwujudnya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. “Kembali saya tegaskan, peranan wanita yang sudah menikah dan sudah menjadi ibu ini sangat penting. Hasilnya tidak kita petik saat ini, tapi kita bisa melihat kelak dari generasi-generasi bangsa yang telah anda didik mulai sekarang, dimana 15-20 tahun lagi Indonesia dimpinpin oleh orang-orang berkualitas,” imbuhnya.

Pernyataan tersebut diamini Ketua Umum KONI Jatim, Erlangga Satriagung. Menurutnya, kaum perempuan memang menjadi pilar terkuat bagi keluarga, khususnya dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga. Namun sayangnya, hambatan majunya olahraga justru berasal dari kaum perempuan, khususnya ibu-ibu.

“Jadi jika ada anak aktif di olahraga, khususnya olahraga prestasi, itu kadang banyak yang dilarang. Ibunya bertanya,’kowe kate dadi opo’,” katanya lantas menambahkan, hal ini menandakan bahwa perempuan memiliki andil yang kuat dalam membangun kekuatan olahraga, karena itu diharapkan PERWOSI mampu mengajak kaum ibu-ibu agar mendukung olahraga.

Airlangga menambahkan, kekhawatiran tentang masa depan anak-anak yang menekuni olahraga tersebut harus dikikis. Sebab, pemerintah, khususnya Pemprov Jatim akan menjamin kelancaran studi atlet berprestasi, dengan cara memberikan beasiswa kuliah sampai ke jenjang Magister atau S-2.

“Ini kebijakan ibu Gubernur Khofifah mulai tahun ini, dan ini perlu disampaikan oleh Perwosi kepada ibu-ibu di kabupaten/kota. Jadi tidak perlu khawatir jika anaknya aktif menekuni olahraga, pemerintah telah hadir untuk menjamin masa depan mereka,” ujarnya seraya mengapresiasi karena baru Pemprov Jatim yang menjamin studi atlet hingga S2.

Ditambahkannya, rajin berolahraga akan mendatangkan multiplier effect yang luar biasa selain badan dan jiwa yang sehat. Erlangga lantas mencontohkan, Australia Barat yang mampu menggerakkan masyarakat olahraga, sehingga berakibat pada penurunan anggaran kesehatan hingga mencapai USD 430 juta.

Arumi dilantik bersama Pengurus Provinsi Perwosi masa bakti 2018-2022 lainnya. Beberapa nama yang dilantik di antaranya adalah Rr. Iswahyuni Dhaniarti dan Endah Purnomowati sebagai wakil ketua, Vitri Rahmawati dan Unon Septipratiwi Wiwaha sebagai sekretaris, Respati Widoretno Budi Priyo, Artineke Rosmala Dewi Supratomo, dan Sri Handayani sebagai bendahara. (uul, hms)