50 Bibit Mangrove Ditanam di Banyuurip

26
Warga nelayan setempat ikut rame-rame menanam mangrove

Setidaknya 50 ribu bibit mangrove ditanam di sekitar pesisir pantai Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Kab Gresik. Wabup Gresik Dr Mohammad Qosim didampingi Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Budi Handoko, bersama perwakilan Forkopimda dan pihak Saka Indonesia Pangkah Limited, secara simbolis menanam mangrove (10/10).

Usai simbolisasi, ratusan nelayan setempat juga melakukan penanaman bibit mangrove hingga jauh ke lepas pantai. Pengembangan mangrove ini terbukti, yaitu pada penanaman 10 ribu bibit mangrove tahun 2016 . Saat ini di tempat itu sudah berdiri ekowisata mangrove yang cukup representatif.

Tahun 2019 ini, jumlah bibit mangrove yang ditanam mencapai 50 ribu batang. Menurut Direktur Bisnis Development PGN Saka, Susmono Sutrisno, program ini dilaksanakan sebagai sumbangsih perusahaannya untuk menjaga kelestarian lingkungan terutama kelestarian biota laut.

Wabup Gresik Dr Mohammad Qosim menyatakan, terima kasih kepada pihak PGN Saka dan seluruh masyarakat nelaya Desa Banyuurip. Ia bangga karena masyarakat sadar menjaga alam.

Abdul Muqni (54), tokoh masyarakat nelayan, menyatakan pihaknya sangat bersyukur atas perhatian PGN Saka memberikan program penanaman mangrove ini. “Berawal dari kesulitan kami para nelayan dalam menangkap kepiting yang saat itu selalu tidak mendapat hasil,” kata dia.

Saat ini, lanjut Abdul Muqny, sudah mampu mengidentifikasi 34 jenis mangrove di Banyuurip. Namun demikian yang paling cocok dikembangkan ada 18 jenis mangrove sejati. (*)