Hutan Bambu Andeman Bikin Adem

Hutan Bambu Andeman Bikin Adem

62

Bambu adalah tanaman yang masih terus ditumbuhkembangkan. Bahkan keberadaan bambu makin dibudidayakan menjadi objek wisata, bahan kerajinan dan lainnya. Di beberapa daerah ada yang mengembangkan hutan bambu menjadi objek wisata maupun sekadar spot foto.

Selain di kawasan Keputih, Kota Surabaya, ada juga kawasan hutan bambu Andeman, yang merupakan salah satu tempat rekreasi alam dan edukasi yang terletak di daerah Malang Selatan. Tepatnya di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kab. Malang, Jawa Timur.

Hutan bambu Andeman menawarkan pemandangan bambu hijau yang tumbuh rimbun serta Danau Andeman yang airnya langsung dari sumber mata air. Suasana itu sangat cocok bagi para traveler yang sedang mencari destinasi wisata dengan suasana alam yang nyaman dan segar.

Objek Wisata Andeman ini berada di perbukitan dengan dipenuhi beragam jenis pohon bambu. Tak berlebihan bila ada sebagian masyarakat yang menyebut lokasi tersebut dengan nama Boon Pring Andeman, anugerah yang turun di hutan bambu.

Akses menuju Taman Wisata Andeman sudah cukup mulus. Bila dari arah pusat Kota Malang dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi, baik roda empat atau roda dua. Bisa juga menggunakan bus pariwisata dengan jarak tempuh sekitar 40 km.

Setelah sampai di Kecamatan Turen, pelancong bisa bertanya ke penduduk setempat ataupun bisa pula menggunakan bantuan GPS untuk menuju Desa Sanankerto, lokasi Taman Wisata Andeman. Dari Kecamatan Turen ke Taman Wisata Andeman sekitar 8 km. Harga tiket masuk dan tiket jasa parkir kendaraan bermotor cukup murah.

Ada beberapa keindahan yang bisa dinikmati di Boon Pring selain pemandangan bambu yang tumbuh subur. Terdapat juga Waduk Andeman yang menjadi sumber mata air Desa Sanankerto. Wisatawan juga bisa berkeliling dengan menyewa  perahu atau sepeda air dengan harga sewa sekitar Rp 10.000 – Rp 20.000.

Di dalam Taman Wisata Andeman terdapat kolam renang bagi anak-anak, dan ada pula kolam besar seperti danau yang dipenuhi ikan-ikan kecil. Kecuali itu ada pulau kecil di tengah kolam besar, serta wahana flying fox yang melewati aliran sungai.

Objek wisata tersebut ramai dikunjungi saat weekend dan hari-hari libur. Tapi perlu diperhatikan saat berkunjung ke sana harus senantiasa menjaga kebersihan. Dilarang membuang sampah sembarangan dan tidak merusak fasilitas, sarana, serta prasarana maupun vegetasi alam di lokasi. (ala)