Alfi Yusron, Pemred Derap Desa

Akhirnya Terjuni Politik Praktis

214
MEET THE PEOPLE. Alfi Yusron kini semakin intens turun ke grassroots, bertemu dan mendengarkan aspirasi wong cilik. Salah satunya dengan petani Desa Tunggul, Paciran, beberapa waktu lalu.

Setelah lama berkecimpung di dunia jurnalistik dan akrab dengan kalangan perdesaan, sosok yang satu ini akhirnya ‘terseret’ juga ke dunia politik praktis. Tahun ini, pemilik nama lengkap Alfi Yusron SHI, M.IP ini akhirnya tampil sebagai Calon Legislatif (Caleg) untuk DPRD Provinsi dari Dapil Jatim 13, Gresik-Lamongan. Seperti apa sosoknya?

MUDA, smart dan murah senyum. Begitulah kesan yang bisa ditangkap dari sosok pria yang satu ini. Kiprahnya dalam dunia jurnalistik tak perlu diragukan lagi. Sejak tahun 2000 ia telah mengawali profesinya sebagai wartawan harian di Surabaya. Akhir tahun 2005, ia pun turut membidani lahirnya Derap Desa, yang kala itu masih berbentuk ­tabloid.

Beberapa kali, ia juga berhasil menjuarai lomba karya tulis wartawan (LKTW), baik tingkat provinsi maupun tingkat nasional. Terakhir, pada tahun 2017, ia juga berhasil meraih juara II Lomba Foto Pemilu yang digelar KPU RI.

Kini, setelah ia memutuskan terjun di dunia politik praktis, aktivitas dan tampilan kesehariannya tetap tak banyak berubah. Hanya dua hal perubahan yang mencolok pada dirinya, yakni, atribut partai yang kerap melekat padanya dan intensitasnya ketemu dengan masyarakat desa.

Ihwal melekatnya atribut partai, perubahan itu diakui­nya menyusul penetapan KPU Jatim atas dirinya dalam Daftar Calon Tetap (DCT) Caleg DPRD Provinsi nomor 2 dari Partai Demokrat untuk Dapil Gresik-Lamongan.

Di berbagai kegiatan partai, Yusron –panggilan akrabnya kini kerap terlihat mengenakan jas biru dengan logo segitiga mercy, perlambang warna khas Partai Demokrat. Demikian juga dengan tampilannya di alat pe­ra­­ga kampanye (APK), seperti, stiker,  spanduk, benner dan baliho.

‘’Ya, ini kan bagian dari konsekwensi branding politics untuk pengenalan nama calon, nama partai dan nomor urut,’’ ujar pria yang merampungkan program S1-nya di UIN Sunan Ampel Surabaya dan S2-nya di Program Ilmu Politik FISIP Unair.

Maju sebagai Caleg, Alfi Yusron bercita-cita mengawal Jawa Timur lebih makmur dan berakhlak.

Sementara, soal intensitasnya terjun ke masyarakat, diakuinya hal itu juga kian meningkat. Jika dulu dia bertemu ­dengan masyarakat dua hingga tiga kali sebulan untuk hunting beri­ta ter­kait isu-isu perdesaan, kini Yusron bi­sa meluangkan waktu beberapa ka­li dalam seminggu untuk menyapa ma­sya­rakat hingga ke pelosok desa. Lebih lagi di saat menjelang dua bulan ma­sa kampanye berakhir.

Meet the people atau ketemu dan menyapa masyarakat itu sesungguhnya memang bagian dari tugas wakil rakyat. Inilah yang biasa dikatakan Pakde ­Karwo (mantan Gubernur Jatim) se­­ba­­gai human touch. Yakni, hadir un­tuk mendengar suara yang tak ter­dengar,­ suaranya wong cilik, yang ke­rap termarginalkan,” ungkapnya.

Keputusan Yusron untuk maju da­­lam­ pileg tahun ini seja­ti­nya bukan­ se­kadar mengikuti tren atau aji mumpung. Selain didorong sejumlah tema­n dan sahabat, secara pribadi ia juga mem­bawa misi luhur dalam pen­ca­lonannya. Yakni, ingin bermanfaat un­tuk masyarakat banyak dengan me­­ngawal cita-cita menjadikan Jawa Ti­­mur agar lebih makmur dan berakhlak.

Kalimat terakhir itulah yang kemudian dijadikan sebagai tagline pen­calegannya. Dikatakan, visi dalam­ kalimat makmur dan berakhlak itu se­sungguhnya juga mewakili platform Partai Demokrat sebagai partai yang nasionalis dan religius.

‘’Semoga keputusan saya ini bisa membawa maslahat untuk ummat dan bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya penuh harap. (uul)