Desa Gendaran, Kec Donorojo, Kab Pacitan.

Akik Desa Gendaran Jadi Unggulan Nusantara dan Dilirik Dunia

86

Desa Gendaran Kec Donorojo Kab Pacitan tanahnya kurang cocok untuk pertanian. Hal ini menyebabkan masyarakat setempat memanfaatkan potensi yang ada untuk menyambung hidup. Kerajinan batu mulia menjadi salah satu ladang penghasilan masyarakat. Batu mulia tersebut diolah masyarakat setempat menjadi kerajian bernilai seni tinggi.

Peluang usaha tersebut ternyata cukup prospektif. Hal ini membuat masyarakat setempat berduyun-duyun untuk membuat kerajinan dari batu mulia tersebut. Aneka kerajinan yang dikerjakan masayarakat berupa batu akik, cicin akik, gelang, kalung, liontin dan aneka kerajinan lainnya.

Meskipun banyak masyarakat yang beralih profesi menjadi perajin batu mulia, hal ini tidak membuat masyarakat berebut pangsa pasar. Hal ini karena keindahan batu-batu mulia dari Desa Gendaran telah menyedot banyak perhatian masyarakat. Terlebih ketika fenomena batu akik semakin booming. Nama Kabupaten Pacitan beredar semakin luas, terlebih Desa Gendaran. Desa tersebut mulai banyak diperbincangkan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia karena kredibilitas batu mulianya.

batu mulia khas Desa Gendaran

“Kurang lebih ada sekitar 50 rumah disini yang membuka sendiri kerajinan home industry batu akik Pacitan,” tutur Adi, salah satu pengrajin batu mulia Pacitan dari Desa Gendaran.

Untuk mengukuhkan identitas usaha kerajinan batu mulia yang dilakukan secara masal di Desa Gendaran. Maka masyarakat setempat mengusulkan Desa Gendaran menjadi desa wisata akik. Dikukuhkan dengan legitimasi dalam RPJMDes Gendaran, tahun 2015 desa tersebut resmi melaunching desa wisata akik.

Adanya desa wisata tersebut telah banyak merubah masyarakat dari sisi sosial dan ekonomi. Dari sisi sosial dengan identitas sebagai desa wisata akik tersebut tengkulak tidak bisa dengan mudah mengklaim produk masyarakat Gendaran menjadi produknya. Selain itu harkat dan martabat masyarakat juga semakin terangkat. Penyerapan tenaga kerja semakin pesat. Awalnya perajin akik di Gendaran hanya sekitar 150 orang, namun sekarang telah meningkat tajam. Bisa dipastikan, dengan perbandingan satu perajin saja mempekerjakan minimal tiga orang, maka sudah ada 3600 tenaga kerja yang terserap dari usaha kerajinan batu akik Pacitan tersebut.

Selain itu wisata tersebut juga bisa dijadikan wisata edukasi bagi anak-anak untuk lebih mencintai produk-produk lokalnya. Karena pengunjung juga bisa menikmati proses produksi akik. Sementara secara ekonomi, tentu adanya desa wisata akik tersebut menambah jumlah pendapatan masyarakat. Tak hanya dari batu akik saja, adanya desa wisata akik tersebut juga memunculkan peluang bisnis lain. Misalnya homestay untuk para wisatawan yang menginap, kemudian kuliner khas setempat, dan lebih dari itu, efek positifnya juga menggerakkan roda perekonomian desa serta memberikan kesejahteraan bagi masyarakat setempat.

Saat ini, akik Pacitan semakin dikenal sebagai akik unggulan nusantara. Dan salah satu yang cukup mahal adalah Kalsedon jenis red baron oranye yang bisa mencapai Rp 3 juta, bahkan lebih. Bahkan ada juga batu bermotif tertentu yang harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Peminat batu mulia dari Gendaran ternyata tak hanya dari lokal saja tetapi masyarakat macanegara juga banyak yang berbondong-bondong ke Gendaran untuk memesan kerajinan batu mulia tersebut. Diantaranya adalah Amerika dan Belanda. (rni,dbs)