Antisipasi LPP, BKKBN Jatim Diskusi dengan Komisi E DPRD Jatim

37

Kepala BKKBN Jawa Timur beserta anggota Komisi E DPRD Jawa Timur melakukan pembahasan monitoring dan sharing dalam rangka antisipasi Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) di Masa Pandemi Covid-19 pada Selasa, (22/09).

Pertemuan yang dilaksanakan di Balai Diklat KKB Malang ini mendiskusikan beberapa hal, di antaranya fenomena Covid-19 yang sangat berdampak bagi keluarga, di antaranya terkait pekerjaan, keuangan, termasuk program Bangga Kencana.

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Drs Sukaryo Teguh Santoso MPd menjelaskan, di saat pandemi dikhawatirkan terjadi unwanted pregnancy yang dapat memicu fenomena baby boom dan berpengaruh pada pola asuh sehingga dikhawatirkan meningkatkan angka stunting. Hal ini diantisipasi Perwakilan BKKBN Jawa Timur dengan tetap melaksanakan Pelayanan KB disertai protokol kesehatan dan tindakan pencegahan saat pelayanan KB seperti tes rapid, foto thorax, dan cek darah.

Baca Juga  Pakde Karwo Raih Anugerah Kencana Bidang KKBPK dari BKKBN

Pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara terus-menerus, di antaranya melalui Kegiatan Rabu Berbagi. Ini adalah bentuk kegiatan advokasi KIE (komunikasi, infromasi, edukasi) sekaligus wujud kepedulian kepada masyarakat di tengah pandemi dengan memberikan bantuan kepada keluarga yang membutuhkan.

“Saat ini kami memiliki layanan konseling berbasis web www.siapbahagia.com yang dapat membantu konseling remaja, keluarga, pasangan siap nikah, dan memberikan informasi program secara online didukung tenaga ahli dan berpengalaman,” jelas Teguh.

BKKBN Jatim Diskusi dengan Komisi E DPRD Jatim. (Foto-foto: BKKBN Jatim)

Sementara itu Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Hikmah Bafaqih, MPd menyampaikan kesiapannya mendukung dan menerima masukan terkait apa yang dapat dilakukan dalam penguatan program keluarga berencana di masa pandemi. Pihaknya juga menekankan penggarapan program KB harus diperkuat melalui kerjasama dengan berbagai mitra lintas sektor.

Baca Juga  Penguatan Peran IMP, BKKBN Jatim Gelar Temu Kader

Menurutnya, keluarga sebagai unit terkecil juga terkena dampak pandemi, dimana yang sangat terasa adalah dari sisi ekonomi. Untuk itu, resources dalam keluarga harus dikelola seoptimal mungkin agar berdayaguna.

“Oleh sebab itu kegiatan ini dilaksanakan, untuk mematangkan kerjasama agar terwujud program untuk keluarga dan keluarga berencana yang lebih baik,” tegasnya.

Pertemuan tersebut dihadiri Komisi E DPRD Jawa Timur dr Benjamin Kristianto MARS, Adam Rusyidi SPd, dan Jajuk Rendra Kresna MM. Sementara itu untuk tindak lanjut dari pertemuan ini di antaranya agar kerjasama pelayanan KB ke depan dapat melibatkan klinik swasta atau fasilitas kesehatan tingkat I atau RS swasta, khususnya dalam kegiatan baksos pelayanan KB yang cenderung diminati masyarakat.

Di samping itu diharapkan dukungan pemerintah daerah untuk ikut menggiatkan pelayanan KB di masa pandemi, sehingga meningkatnya angka putus pakai (drop out) peserta KB dapat diantisipasi. (uul)

Baca Juga  Tingkatkan Kemampuan Humas dan Protokoler, BKKBN Jatim Gelar Pemantapan