Arumi Resmi Sandang Gelar Sarjana Ekonomi Syariah

133
Arumi Emil Dardak wisuda sarjana di IAIN Tulungagung. Foto: instagram/@bayubachsin.

Di tengah kesibukan sebagai Ketua TP PKK dan Dekranasda Trenggalek dan kini Ketua TP PKK dan Dekranasda Provinsi Jatim, Arumi Emil Dardak berhasil menyelesaikan pendidikan strata satu jurusan Ekonomi Syariah di IAIN Tulungagung. Sabtu (22/6) lalu, Arumi diwisuda dan resmi menyandang gelar Sarjana Ekonomi Syariah.

Dalam prosesi wisuda yang digelar di halaman kampus IAIN Tulungagung, Arumi tampak anggun mengenakan baju dan jilbab berwarna coklat muda yang dirangkapi dengan baju toga dan topi wisuda. Dia hadir bersama suami yang juga Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak. Arumi juga mendapat kehormatan untuk menyampaikan sambutan mewakili para wisudawan.

Usai wisuda, Arumi mengaku cukup senang dapat menuntaskan pendidikan sarjananya. Namun, di sisi lain dia merasa malu karena menjadi wisudawan paling tua. “Sebetulnya seneng juga, tapi ya agak malu karena sepertinya paling tua. Meskipun demikian, saya tetap senang, karena setiap ijazah itu punya sejarah masing-masing,” katanya.

Arumi menceritakan, proses pendidikannya sempat tersendat-sendat akibat berbagai hal. Mulai dari menikah, memiliki anak, hingga menjadi istri seorang kepala daerah. Dia sempat merasa pesimis mampu menuntaskan pendidikanya.

“Setelah punya anak pertama, tiba-tiba ada anak kedua, jadi nggak terbayang untuk menyelesaikan kuliah. Ternyata setelah diusahakan dan support penuh dari keluarga, Mas Emil, anak-anak, dan orang tua, semua akhirnya terlaksana,” ungkapnya.

Karena berbagai kendala yang dia hadapi itulah, Arumi membutuhkan waktu sekitar tujuh tahun untuk mendapatkan gelar sarjana. Itu terhitung sejak awal kuliah diploma di Jakarta. Karena pendidikan diploma itulah proses transfer lebih mudah.

“Dari awal masuk kuliah dengan cuti-cutinya ya tujuh tahun, awalnya di Jakarta berbasis internasional. Saat itu sudah diploma, sehingga tinggal penjurusan saja, makanya ketika transfer semua kelas-kelas yang pernah saya ambil masih nyambung,” imbuhnya.

Arumi bersama teman-temannya di IAIN Tulungagung. Foto: instagram/@bayubachsin.

Untuk proses skripsi, Arumi meneliti tentang pengaruh Dekranasda terhadap para perajin batik di Trenggalek. Proses skripsi dinilai lebih mudah karena pada saat yang bersamaan ia bertugas sebagai pembina, sehingga mengetahui seluk-beluk dekranasda itu sendiri.

“Alhamdulillah oleh pihak kampus diapresiasi dan dibuat menjadi buku,” ujarnya sambil menunjukkan buku berjudul “Dekranasda dan Pengembangan Batik Lokalitas”.

Sementara Wagub Jatim yang juga suami Arumi Bachsin, Emil Dardak mengaku bangga istrinya mampu menyelesaikan studinya di Tulungagung. “Insya Allah saya jaminlah bahwa itu adalah perjuangan, karena harus mengatur waktu karena pada saat itu bertugas sebagai ketua PKK Trenggalek dan mengalokasikan waktu untuk kuliah. Dan memang sebagian pelajarannya bisa ditransfer karena sudah sampai tahap advance diploma,” ujar Emil.

Pihaknya berharap dengan gelar sarjana Arumi dapat memberikan teladan bagi anak-anaknya. Emil mengaku, Arumi juga akan kembali melanjutkan pendidikan di IAIN Tulungagung untuk jenjang strata dua. (uul, *)