Asem-asem Kikil Kuncir, Seger dan Maknyus!

188
asem-asem kikil

Jangan dikira desa atau kampung tak memiliki kuliner yang lezat. Cobalah datang ke Dusun Kuncir, Desa Kuncir, Kec Ngetos, Kab Nganjuk. Nama menu kuliner itu adalah asem-asem kikil atau kaki kambing. Rasanya maknyus dan jadi rebutan pelanggan.

“Asem-asemnya dua bu,” ujar Sri Rahayu N, salah satu penikmat asem-asem asal Surabaya. Namun pemilik kedai atau warung, Sri Astutik, menjawab, habis. Tapi sambil mengaduk-aduk panci besar, Bu Sri—sapaan akrab Sri Astutik—lantas menjawab lagi, ”Satu porsi saja ya, ini sudah pesanan orang. Damel tamba pengin mawon!”

Sri Rahayu N, yang memesan bersama suaminya pun tampak senang meski hanya ada satu porsi asem-asem. Satu porsi lainnya memesan nasi gule. Menu lain di warung tepi Kali Kuncir itu adalah sate, namun yang paling diserbu pembeli adalah asem-asem kikil.

Menawi badhe ngriki telepon rumiyin mawon. Kuwatos mboten kebageyan (Bila mau ke sini/warung telepon dulu, khawatir tidak kebagian, Red),” ujar Bu Sri, pemilik warung asem-asem sejak 1997 itu, didampingi putra keduanya Agung yang di-gadhang-gadhang jadi penerus usahanya.

Menikmati seporsi asem-asem plus nasi putih, terasa segar, nikmat, lezat dan yang jelas maknyus. Para penikmat rata-rata menelepon dulu jika ingin menikmati kuliner yang berbahan dasar dari kaki dan kepala kambing itu. Apalagi bila datang berombongan.

Warung Sri yang letaknya berseberangan dengan makam Desa Kuncir itu bula setiap hari, kecuali bila pemilik ada keperluan. Biasanya mulai pukul 10 siang dan sekitar tiga jam berikutnya ludes. Padahal setiap hari dia menyembelih satu ekor kambing plus beli tambahan kaki dan kepala untuk asem-asem.

Rasa kuah asem-asem terasa segar dan pedas, apalagi bumbu-bumbunya yang tanpa bahan pengawet apa pun. Komposisi bumbunya antara lain bumbu dapur seperti laos, cabe, bawang merah, bawang putih, plus belimbing wuluh, asem jawa, nanas dan lainnya. Kikilnya pun empuk, apalagi ada aroma bakarnya.

Bu Sri bercerita awal mula kuliner asem-asem kikil ketika ada saudaranya yang meminta tolong dibuatkan masakan dari kaki kambing yang sudah dibakar. Ternyata racikan bumbu dan taste buatan Bu Sri sangat pas dan lezat. Saudaranya itu pun meminta Bu Sri menjualnya. “Nggih niku wiwitanipun,” lanjutnya.

Ibu kelahiran 1955 yang berputra enam dan memiliki cucu tujuh itu lantas mengembangkannya dengan mendirikan warung di dusunnya sendiri. Ternyata lama-lama konsumennya banyak, bahkan hingga Sidoarjo, Surabaya maupun Nganjuk hingga luar daerah lainnya.

Mengenai harga, relatif terjangkau. Satu porsi asem-asem semangkok penuh, nasi putih plus minum Rp 30 ribu. Menu lain, sate dan gule juga tak kalah lezatnya. Sate kambing khas Bu Sri rasanya empuk dan gurih. Gulenya pun bikin siapa pun ketagihan, apalagi jika tak kebagian asem-asem.

Tertarik mencicipi asem-asem Bu Sri Kuncir? Cobalah kontak dulu sebelum meluncur ke sana, agar tak kecewa karena kehabisan. Nomor kontak Bu Sri 082142311458.  Dari Kota Nganjuk ke arah selatan berjarak sekitar 15 Km. (iko)

 

Data Usaha

Nama             : Warung Bu Sri

Pemilik          : Sri Astutik

Jenis usaha   : Menu asem-asem kikil, sate, gule dan aneka minuman

Alamat           : Dusun Kuncir, Desa Kuncir, Kec Ngetos, Kab Nganjuk

No kontak    : 082142311458