Atasi Covid-19, PKK Kota Surabaya Sosialisasi ‘Tisagaluh’

152

Kasus Covid-19 di Surabaya masih mengkhawatirkan. Sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, PKK Kota Surabaya melakukan sosialisasi gerakan ‘Tisagaluh’, Senin (31/8/2020).

Sosialisasi yang dilakukan secara virtual melalui Zoom itu diikuti lebih dari 300 akun di mana setiap akun diikuti 10 orang kader. Selain itu, pertemuan daring ini juga diikuti tenaga promotor kesehatan di 63 Puskesmas se-Surabaya.

Ketua TP PKK Kota Surabaya Siti Nuriya Zam Zam Sigit menjelaskan, Tisagaluh merupakan akronim dari Tiap Satu Orang Kader Bertugas Mengedukasi Tiga atau Lebih Anggota Keluarganya dan 10 Rumah di Sekitarnya. Gerakan ini diinisiasi TP PKK Provinsi Jatim dan PKK Kota Surabaya menjadi yang pertama menindaklanjutinya.

Pelaksanaan sosialisasi Tisagaluh secara daring oleh TP PKK Kota Surabaya. (Foto-foto: TP PKK Kota Surabaya)

Baca Juga  Arumi: 60 Persen Sampah Berasal dari Sampah Rumah Tangga

“Gerakan ini mengajak ibu-ibu kader PKK agar menjadi contoh dan selalu membiasakan menggunakan masker, mengajarkan cara menggunakan masker yang baik, menyiapkan kebutuhan masker keluarga, serta mencuci masker dan pakaian setelah keluar rumah agar tetap bersih dan bebas Covid-19,” ujar perempuan yang akrab disapa Bu Sigit ini.

Selain diminta untuk menjadi contoh, para kader PKK juga diharapkan dapat memberikan edukasi kepada dasawisma di wilayah masing-masing.

“Untuk menekan penyebaran virus ini dibutuhkan dukungan dan peran serta dari semua lini, terutama peran perempuan yang menjadi garda terdepan dalam melindungi keluarga dari penularan virus,” tegasnya.

Karena peran besar perempuan itulah, Bu Sigit mengajak kader PKK untuk memerangi dan melakukan percepatan pencegahan Covid-19 dan mendukung pemerintah memutus mata rantai penyebarannya. Dengan demikian, kondisi new normal yang digagas pemerintah pun bisa berjalan dengan baik.

Baca Juga  Cegah Covid-19, PKK Lumajang Diharapkan Ikut Edukasi Masyarakat

“Mari kita bekerja sama memutus penyebaran Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan di keluarga sendiri dan memberikan edukasi kepada lingkungan sekitar kita,” ajaknya. (uul)