Atasi Stunting, BKKBN Jatim Maksimalkan Petugas KB

89

SURABAYA – Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim siap menjalankan mandat dari Presiden Joko Widodo untuk menurunkan kasus stunting.

Hal ini ditegaskan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim Sukaryo Teguh Santoso dalam acara Ngoper Kanan (Ngopi Bareng Kaper dan Rekan-rekan), Jumat (26/2/2021) siang.

Menurut Teguh, saat ini pihaknya masih menjalankan program yang sudah ada dan akan menguatkan kerja di lapangan.

Dia menjelaskan, angka balita yang mengalami stunting di Jatim mencapai 24,8 persen. Teguh mengatakan, pihaknya memberikan perhatian khusus pada daerah-daerah yang memiliki angka stunting tertinggi di Jatim.

“Daerah tertinggi itu sekarang dalam evaluasi. Yang terpenting kami intervensi dan memperkuat kerja di lapangan,” tegasnya.

Pejabat nomor satu di lingkungan Perwakilan BKKBN Jatim ini melanjutkan, pihaknya memiliki petugas KB yang menjangkau hingga akar rumput.

Baca Juga  Atasi DO KB di Masa Pandemi, BKKBN Jatim Gencarkan Kampanye KB

“Di lapangan, para petugas KB dimaksimalkan walau situasi pandemi masih berlangsung,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bakorwil VII Jember Cahyo Widodo yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, pihaknya telah meminta kepada karyawan agar berkoordinasi dengan petugas KB untuk memberikan perhatian kepada ibu-ibu hamil, seperti memberikan pengetahuan tentang makanan bergizi.

Dirinya yakin, apabila semua program berjalan dengan baik, maka harapan Gubernur Jatim dan Presiden Jokowi untuk menurunkan kasus stunting bisa terwujud.

“Kami siap mendukung program BKKBN dengan melakukan koordinasi dan bersinergi. Bahkan, kami juga telah menyiapkan ruangan khusus untuk petugas KB di kantor kami,” tuturnya.

Acara yang dilaksanakan di kantor Perwakilan BKKBN Jatim ini juga menghadirkan Emi Sarahwati, PLKB Surabaya sebagai narasumber.

Baca Juga  Jelang Sidang MK, Kapolda Jatim Beri Himbauan Untuk Masyarakat

Hadir pula pejabat Perwakilan BKKBN Jatim dan para jurnalis yang tergabung dalam Ikatan Penulis KB (IPKB) Jatim. (uul)