Ayo ke Posyandu, Februari Adalah Bulan Timbang

166

Beragam cara dilakukan demi generasi yang lebih berkualitas. Antara lain melalui Posyandu yang menggeber Bulan Timbang di Bulan Februari.

Daerah-daerah pun berkiprah termasuk Dinkes Kabupaten Pasuruan yang mengimbau orangtua membawa anaknya ke Posyandu. Karena Februari adalah Bulan Timbang.

Pemkab Pasuruan melalui Dinas Kesehatan setempat mengingatkan para orangtua yang punya bayi dan balita, segera ditimbang ke posyandu terdekat.

Penimbangan bayi dan balita berupa pengukuran berat dan tinggi badan sangat penting. Utamanya agar anak tak menjadi stunting (perawakan pendek).

Kepala Dinkes Kab Pasuruan, Dr Agung Basuki, mengatakan, berat dan tinggi anak harus terus dipantau dari umur 0 sampai umur 5 tahun. Yang terpenting, pemantauan berat badan harus intens dilakukan, meski tidak di Posyandu.

“Bisa di Puskesmas atau di rumah-rumah warga yang mengadakan kegiatan penimbangan bayi dan balita,” kata Agung (04/02/2020).

Baca Juga  Komitmen Jatim Perangi Stunting

Menurut dia, dengan dilakukan pengukuran dan penimbangan secara berkelanjutan, maka tumbuh kembang dan emosional anak bisa diketahui. “Supaya tahu normal atau tidak. Kalau tidak, bisa stunting,” lanjutnya.

Agung mengimbau agar ibu-ibu yang sedang menyusui, dapat memberikan ASI kepada balitanya. Karena, ASI jauh lebih baik, dan lebih komplet kandungan gizinya,  daripada susu apapun.

“Cukup dari ASI saja ketika bayi umur 0-6 bulan. Setelah itu, diberikan gizi yang lain, tapi tetap ASI sampai 2 tahun. Orangtua juga harus memperhatikan sanitasi. Seperti jambannya harus bersih, agar tidak diare dan cacingan,” imbuhnya.

Dalam mendukung bulan Februari sebagai Bulan Timbang, Dinkes Kab Pasuruan memberikan vitamin A dan obat cacing secara gratis untuk masyarakat. Vitamin A tidak dapat diproduksi oleh tubuh manusia, sehingga harus dipenuhi dari luar tubuh. Sedangkan obat cacing juga diberikan agar anak terhindar dari cacingan.

Baca Juga  Tuntaskan Stunting dengan Gotong Royong

Mengenai tingkat partisipasi masyarakat menimbang balita di posyandu, Agung menegaskan, ada peningkatan signifikan. Terlebih ketika kasus stunting menjadi viral di tahun 2019, jumlah orangtua yang memeriksakan kesehatannya semakin banyak.

Dari banyaknya jumlah bayi dan balita yang ditimbang, kasus stunting di Kabupaten Pasuruan pun dapat ditekan. Kata Agung, prosentase kasus stunting tahun lalu menurun dari 25% tercapai 22,5% dari jumlah bayi dan balita yang ditimbang. Jumlah itu jauh di bawah target nasional, yakni 28%. “Insya Allah tahun ini akan kita turunkan lagi sampai 21 atau 20% dari jumlah bayi dan balita. (*)