Balon Kades Enam Desa di Sidoarjo Diseleksi

64

Menjadi lurah atau kepala desa (Kades) ternyata masih banyak diminati. Buktinya, di beberapa desa yang hendak menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) bakal calonnya bahkan melebihi kuota maksimal.

Seperti di beberapa desa di Kabupaten Sidoarjo, setidaknya ada 6 desa dengan jumlah bakal calon Kades lebih dari 5 orang. Padahal sesuai aturan, pelaksanaan Pilkades maksimal diikuti 5 balon (bakal calon) di setiap desa.

Ke-6 desa itu adalah Desa Kedungturi (Kecamatan Taman), Desa Keboansikap (Kecamatan Gedangan), Desa Jati (Kecamatan Sidoarjo), Desa Bakung Temenggungan dan Bakung Pringgondani (Kecamatan Balongbendo) serta Desa Wonoayu (Kecamatan Wonoayu). Jumlah totalnya adalah 44 orang.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sidoarjo pun turun tangan guna menyeleksi seluruh bakal calon Kades di 6 desa tersebut. Seleksi dilakukan untuk menentukan 5 orang balon Kades di masing-masing desa tersebut.

Baca Juga  Para Kades Banjir Ucapan

Pada Selasa (18/2), balon Kades itu mengikuti tes seleksi yang digelar di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sidoarjo. Tes dilakukan melalui piranti komputer. Tes yang diujikan antara lain Bahasa Indonesia, pengetahuan umum dan pemerintahan.

Wabup Sidoarjo Cak Nur saat melihat pelakanaan seleksi.

Wakil Bupati Sidoarjo, H Nur Ahmad Syaifuddin SH menyempatkan diri melihat pelaksanaan seleksi itu. Wabup yang akrab dipanggil Cak Nur itu didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Sidoarjo, Ainur Rahman serta Kepala BKD Sidoarjo Ridho Prasetyo dan Camat Sidoarjo Agustin Iriani.

Wabup Cak Nur mengatakan tes dilakukan secara transparan. Peserta bisa melihat langsung hasil ujiannya. Oleh karena itu kerawanan akan kecurangan tidak begitu dikhawatirkan.

“Rawan itu kalau sistemnya masih bisa dipertanyakan, sistemnya tidak terbuka. Kalau ini sudah (transparan), jadi mereka setelah ujian bisa tahu nilainya langsung,” ujarnya.

Baca Juga  Cari Solusi Harga Ikan Anjlok, Khofifah Kunjungi Perusahaan Cold Storage

Tes seperti ini, lanjut Cak Nur, merupakan cara yang bagus untuk menghindari permasalahan Pilkades. Dirinya melihat positif desa dengan jumlah bakal calon Kades lebih dari 5 orang. Meski kebutuhan pelaksanaan Pilkades saat ini sudah di-cover oleh pemerintah daerah. Itu merupakan wujud banyaknya masyarakat yang ingin mengabdi kepada desanya. (*)