Bantu Masyarakat, Lapas Pasuruan Bagi-bagi Masker

172

Kebutuhan masker di tengah pandemi Covid-19 atau virus corona, memang sangat dibutuhkan. Tak jarang, masyarakat kesulitan mendapatkan masker dengan harga terjangkau.

Dalam kaitan itu, Lapas Kelas II B Pasuruan memproduksi masker hingga ratusan buah, yang siap dibagikan untuk seluruh warga binaaan dan masyarakat sekitar.

Kepala Lapas Pasuruan, Wahyu Indarto, mengatakan, produksi masker dilakukan di ruang konveksi yang ada di dalam Lapas. Ruangan tersebut diisi puluhan warga binaan yang menjahit sarung, hasil kerja sama dengan salah satu perusahaan sarung terkemuka tanah air.

“Awalnya memang tidak bisa menjahit. Kemudian kita datangkan instruktur yang bisa melatih kemampuan menjahit warga binaan. Sekarang, semuanya sudah bisa menjahit. Sehingga kalau hanya menjahit masker malah lebih gampang, karena ukurannya juga kecil,” kata Wahyu (09/04).

Dalam sehari, para warga binaan bisa memproduksi masker hingga lebih dari 200 buah. Masker tersebut dibuat dari kain spons yang hanya bisa dipakai sekali atau dua kali saja. Kata Wahyu, ratusan masker ini tak hanya dibagikan untuk warga binaan, namun juga warga sekitar maupun pengendara yang melintas di depan Lapas.

Baca Juga  Satu Lagi Santri Ponpes Temboro Magetan Asal Ponorogo Dinyatakan Positif Covid-19

“Semuanya kita bagikan secara cuma-cuma alias gratis. Semoga bisa bermanfaat untuk mencegah penularan Covid-19 di sekitar kita,” ujarnya.

Sementara itu, penggunaan masker di dalam Lapas wajib bagi seluruh petugas. Utamanya yang berhubungan langsung dengan pelayanan pengunjung atau urusan surat menyurat yang mewajibkan bertemunya petugas Lapas dengan pihak luar.

“Kalau ada tamu yang masuk, harus dipastikan sehat. Tidak lagi flu atau batuk berat. Karena yang jelas akan kita cek suhu tubuhnya, terus kita semprot disinfektan, dan mencuci tangan dengan sabun yang kami sediakan dalam wastafel di depan Lapas. Ini merupakan bagian dari protokol kesehatan,” kata dia. (*)