Bantu Mudik Gratis, Khofifah Apresiasi Kemenhub RI

44
Gubernur Khofifah Indar Parawansa ketika memberi sambutan pada agenda mudik gratis 2019.

Sebanyak 470 penumpang mudik gratis dengan tujuan Pulau Kangean, Kab. Sumenep, Madura secara resmi diberangkatkan pada Senin, 3 Juni 2019 siang. Pemberangkatan tersebut dilepas langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi.  Mereka diantar dengan moda transportasi Kapal Ekspress Bahari 9 C.

Dalam sambutannya, Khofifah mengatakan kegiatan mudik gratis tersebut merupakan bagian dari upaya Pemprov Jatim dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama yang hendak mudik menuju kepulauan di Madura. Ditambahkannya, kendati berupa pelayanan gratis, namun tetap perlu memperhatikan kualitas.

“Saya telah bertanya kepada beberapa penumpang mudik gratis, apa yang mereka sampaikan? Mereka menjawab, bahwa kapalnya mewah, jadi bisa mudik gratis tapi fasilitasnya bagus,” katanya.

Ia juga memuji langkah Menhub dalam membantu kemudahan pelaksanaan mudik gratis. Menurutnya, dengan kebijakan reroute atau mengubah jalur kapal untuk mudik tersebut, masyarakat Jatim telah terbantu. Sehingga, masyarakat Jatim dapat terbantu dan bisa menikmati pelayanan yang tersedia.

Orang nomor satu di Jatim itu mengapresiasi langkah Menhub yang dinilai membantu secara allout. Itu terlihat dari penggunaan moda transportasi kapal laut untuk masyarakat di Kepulauan Madura, yang sejatinya dioperasikan di kawasan Sulawesi.

“Yang telah kami berangkatkan beberapa hari lalu dari Tanjung Perak, itu ternyata kapalnya bukan yang biasa melayani Tanjung Perak-Masalembu. Tapi mereka biasanya melayani rute dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan seterusnya. Ini adalah kebijakannya Pak Menhub untuk memaksimalkan layanan mudik gratis, baik yang reguler, maupun yang gratis,” kata Khofifah.

Tak hanya itu, Khofifah juga menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan dua kapal Rede dan rencana bantuan kapal layanan kesehatan keliling untuk kepulauan di Sumenep dari Kemenhub RI. Apalagi, saat ini kapal tersebut tengah disiapkan desainnya.

Khofifah berharap, rumah sakit keliling tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik. Terutama untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan dan produktivitas masyarakat Sumenep, khususnya di kepulauan Madura.

Dalam kesempatan yang sama, Khofifah mengatakan pihaknya telah membahas kerja sama dengan Menhub RI, utamanya terkait peningkatan layanan pelayaran di Kepulauan Madura. Yakni, salah satunya mengenai kebutuhan dermaga untuk bersandar oleh kapal-kapal yang memiliki fasilitas pemecah gelombang.

Pada tahapan itu, Khofifah menyebut kapal pemecah gelombang memiliki syarat khusus. Dan hal itu akan diampu langsung oleh Kemenhub  mengenai kebutuhan dermaganya. Mantan Menteri Sosial RI itu menambahkan, dengan adanya dermaga tersebut diharapkan bisa meningkatkan pelayanan transportasi laut, sebab kapal pemecah ombak mampu terus berlayar kendati ombak di posisi tinggi.

“Tadi kami sudah selesai sampai dengan angka tertentu, nanti kami akan diskusikan bagaimana support APBN, bagaimana APBD provinsi, dan APBD tingkat kabupaten. Jika ada strong partnership seperti ini, tentu akan lebih mudah kita siapkan,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Menhub RI Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya ingin memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para penumpang mudik, khususnya di wilayah kepulauan di Madura. Ia berharap dengan upaya tersebut masyarakat dapat menikmati pelayanan secara maksimal.

“Kami ingin memastikan daerah-daerah kepulauan ini bisa kita selesaikan. Oleh karenanya kami memberikan bantuan berupa lima kapal perintis untuk menyebarkan dari Jawa Timur ke beberapa pulau-pulau,” pungkasnya.

Seperti diketahui, hadir dalam agenda tersebut Ketua Komisi V DPR RI, Bupati Sumenep, Forkopimda Sumenep, serta beberapa kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim. (frd, hms)