Banyuwangi Kembangkan Destinasi Pulau Tabuhan

225

Destinasi wisata Kabupaten Banyuwangi bakal lebih berwarna dan lengkap. Ini seiring dengan rencana pengembangan salah satu objek wisata di kawasan utara.

Pemkab Banyuwangi rencananya menyewakan Pulau Tabuhan sebagai pengembangan pariwisata daerah. Ternyata hal itu mendapat dukungan dari sejumlah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang berada di wilayah Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo.

Pengembangan objek wisata tersebut dinilai bakal menambah daya tarik Pulau Tabuhan sebagai destinasi primadona di kecamatan paling utara di Banyuwangi itu.

Ketua Asosiasi Kelompok Sadar Wisata Kabupaten Banyuwangi sekaligus Ketua Pokdarwis Bangsring Underwater, Wildan, mengatakan, Pulau Tabuhan merupakan salah satu daya tarik pariwisata di wilayah Desa Bangsring. Pulau berpasir putih ini, menawarkan pesona laut biru nan bersih.

Rencananya Pulau Tabuhan dikembangkan oleh Pemkab Banyuwangi dengan menggandeng EBD Paragon Group selaku investor. Menurut Wildan, pihaknya siap mendukung selama tidak mengurangi kesempatan masyarakat dan nelayan sekitar dalam berkegiatan ekonomi di pulau itu.

Baca Juga  Kampung Perahu, Destinasi Wisata Baru

Ia melanjutkan, saat ini wisatawan menuju Tabuhan lumayan banyak, meskipun di pulau tersebut sekarang belum ada apa-apa.

“Kami berharap bila jadi dibangun dan dilengkapi infrastruktur pendukung, banyak wisatawan yang akan datang ke sana, kami tetap digandeng oleh pengembang untuk bersama-sama mengembangkan pulau itu,” kata Wildan.

Pemkab Banyuwangi menggandeng perusahaan EBD Paragon asal Singapura melalui sistem perjanjian sewa. Perusahaan tersebut juga dipercaya menjadi salah satu pengembang kawasan wisata Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Di luar negeri, EBD Paragon mengembangkan akomodasi wisata di Dubai, Singapura, dan berbagai negara lainnya.

Wildan juga berharap, saat ada pengembang di sana upaya konservasi laut terus digalakkan. Pihaknya berharap pengembangan pariwisata Pulau Tabuhan bisa menghentikan aktivitas pengeboman ikan yang masih terjadi.

Baca Juga  Banyuwangi Pasang Wastafel Portabel-Bilik Disinfektan di Ruang Publik

Sedangkan Sekretaris Daerah (Sekda) Mujiono mengatakan, pengembangan Pulau Tabuhan didasari beberapa pertimbangan. Salah satu alasan utama adalah menciptakan daya tarik pariwisata baru sebagai pengungkit ekonomi masyarakat Kecamatan Wongsorejo. “Jika semakin ramai, rakyat yang menerima dampak ekonominya,” kata Mujiono.

Ikon baru pariwisata ini, harapannya akan menjaring wisatawan yang masuk dari utara agar tidak langsung ke Banyuwangi kota dan selatan. Apalagi setelah ini akan ada tol Probolinggo-Banyuwangi yang pintu keluarnya berada di Bulusan, Kecamatan Kalipuro.

“Jadi kalau wisatawan tahu ada Pulau Tabuhan yang cantik, menarik, pasti akan mau berbelok ke Wongsorejo untuk menyeberang ke sana. Menyeberangnya ya pakai kapal yang dioperasikan warga,” ujarnya.

Agar menjadi destinasi wisata menarik perlu dibangun infrastruktur pendukung yang berkualitas. Pembangunan ini membutuhkan teknologi khusus seperti penyulingan air laut menjadi air tawar, sistem sanitasi, persampahan dan lain-lain. Membutuhkan sumber daya yang benar-benar ahli dan profesional.

Baca Juga  Cegah Penjarahan, Hadir untuk Lestarikan Lingkungan

Terkait hubungan kerjasama antara Pemkab dan EBD Paragon Group Singapura, selaku mitra masih pada tahap kerjasama awal, yakni penandatanganan nota kesepahaman.  Setelah ini masih ada tahapan lainnya terkait perizinan, AMDAL dan lain sebagainya. (*)