Batik Khas Nganjuk Kian Moncer

380
Batik khas Nganjuk semakin moncer

Motif khas batik Nganjuk sudah memiliki brand dan keberadaannya kian moncer. Pemkab Nganjuk melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) setempat telah mem-branding batik tersebut yang di-launching Bupati Nganjuk, H Novi Rahman Hidhayat SSos, MM, di Pendapa Pemkab (19/8).

Ada beberapa motif khas yang melambangkan sejarah dan kearifan lokal. Di antaranya batik dengan corak makanan khas seperti nasi becek dan dumbleg. Juga batik dengan motif yang menceritakan asal usul Kabupaten Nganjuk.

Bupati Nganjuk yang akrab disapa Mas Novi, mengatakan, pengembangan industri batik di wilayahnya bertujuan agar batik ciri khas Nganjuk bisa diakui secara nasional bahkan internasional.

Pemkab Nganjuk telah merumuskan tri cipta bakti, yang di dalamnya ada infrastruktur mantap, pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas. “Yang terakhir itulah yang berhubungan dengan pengembangan batik Nganjuk yaitu kemandirian ekonomi,” lanjut Mas Novi.

Baca Juga  Demi Tingkatkan Disiplin Kinerja, Desa Blongko Terapkan Presensi Elektronik

Pihaknya akan intensif dalam proses meningkatkan produksi kain batik khas Nganjuk. Sehingga, saat memasuki tahun 2020, jumlah stok kain batik  mencukupi untuk memenuhi kebutuhan seragam siswa sekolah, pekerja swasta, PNS, dan sebagainya.

Ketua Dekranasda Kab Nganjuk, Ny Yuni Rahma Hidhayat, menambahkan, Dekranasda Nganjuk siap melakukan pembinaan lebih maksimal terhadap UMKM batik khas Nganjuk. “Karena tanpa itu, akan sulit bagi UMKM berkembang dan memenuhi kebutuhan kain batik. Terutama saat aturan pemakaian seragam batik khas Nganjuk mulai diberlakukan,” tuturnya.

Puluhan motif batik didesain oleh QMR yang digandeng Ketua Dekranasda Kab Nganjuk, Yuni Rahma Hidhayat. Dengan launching brand batik ini diharapkan para perajin semakin tumbuh subur.

Pihak QMR menyampaikan, batik khas Nganjuk memadukan antara food and fashion, yang didesain antara makanan khas Nganjuk dan fashion batik kekinian dengan nama The History of Anjuk Ladang (The Hang). (*)