Batik Nilam Kencana, Berdayakan Warga

198

Bahu-membahu. Itulah yang dilakukan pasangan Sunaryo Oyik dan Nurhana sejak 2007, bersama warga Dusun Kedungrejo, Desa Bandung, Kec Prambon, Kab Nganjuk. Kini usahanya makin diperhitungkan konsumen dan pasar. Ya batik Nilam Kencana adalah usaha yang mereka geluti.

“Sebenarnya yang bisa membatik itu suami, tapi saya pun jadi ikut cawe-cawe di usaha ini. Minimal dalam pemasaran produk,” tutur Nurhana, didampingi suaminya, Sunaryo Oyik. Mereka sama-sama sibuk di pekerjaaan masing-masing, sedangkan usaha batik awalnya adalah usaha sampingan.

Nurhana adalah pegawai negeri di lingkungan kesehatan kabupaten setempat, sedangkan Oyik guru SMAN 2 Pare, Kab Kediri. Sehingga totalitas dalam usaha batik sebenarnya belum sempurna. Meski demikian, mereka berambisi terus mengembangkannya.

Apa yang dilakukan pasangan suami istri dengan dua anak itu patut diteladani. Paling tidak, di tengah kesibukan mereka sebagai abdi negara, toh masih bisa berkreasi di bidang pekerjaan lain. Bahkan mampu memberdayakan warga sekitar.

Lantaran belum sepenuhnya terjun total di usaha batik, produknya pun relatif belum banyak. Dalam sebulan, misalnya, produksi batik cap atau semi sekitar 100 potong. Kemudian batik tulis halus hanya sekitar 5 potong. “Usaha kami memang batik tulis dan printing,” lanjutnya.

Kendati belum terjun total, namun usaha tersebut tampaknya semakin eksis, terbukti Nilam Kencana kerap mendapatkan order dari berbagai instansi. Jika banyak order, mereka merekrut tetangga hingga mencapai 15 orang untuk mengerjakan proses pembatikan hingga selesai.

Sunaryo Oyik mengatakan, kalau order melimpah mulai proses awal hingga menjadi batik tentu tidak mampu dikerjakan sendiri. Dia hanya membuat skets batik pada selembar kain. Kemudian pencantingan, cap, pencelupan, nglorot, dan lainnya dikerjakan orang lain. Kadang dia juga ikut terjun sendiri.

Beberapa motif batik yang mereka garap adalah bermotif khas Nganjuk, seperti anjuk ladang, sekar jagad, jaya stamba, dan beberapa lainnya. Sedangkan harga yang dipatok Nilam Kencana pada karya beragam, mulai harga Rp 90 ribu Rp 750 ribu.

“Bahkan dengan bahan kain sutra lebih mahal lagi, bisa di atas Rp 1 juta. Ada juga yang mencapai Rp 2,25 juta. Untuk batik tulis minimal harganya Rp 450 ribu,” tutur dia.

Mengenai kendala, Oyik menambahkan, selama ini pemasaran produk masih relatif terbatas. Beruntung usahanya pernah dikunjungi TP PKK Kab Nganjuk, para kepala desa saat kunjungan kerja dan beberapa instansi pemerintah lainnya. “Kami juga mengembangkan pelatihan membatik di tingkat SMP,” lanjut Oyik, yang juga guru seni budaya. (iko)

 

Data Usaha

Nama Usaha            : Nilam Kencana

Jenis Usaha              : Batik tulis dan cap/printing

Pemilik                      : Sunaryo Oyik/Nurhana

Alamat                       : Dusun Kedungrejo, Desa Bandung, Kec Prambon, Kab Nganjuk

Kontak                       : 082257566588