Batik Orisinal, Ingin Go International

31

Kepiawaian Ratnawanti dalam mendesain dan menjahit pakaian dia padukan dengan keterampilan membuat batik. Seperti apa karyanya?

Dari sekian UKM yang ada di Kota Madiun, Ratnawanti menjadi salah satu pelaku UKM yang berkesempatan mewakili Kota Madiun dalam event Batik Bordir Fair tahun 2018. Acara yang digelar di Grand City, Mei 2018 lalu itu memang diikuti ratusan pembatik andalan dari 38 kabupaten/kota se-Jatim.

Batik-batik warna alam produksi Ratna cukup banyak digemari pelanggan. Warnanya yang kalem dan desainnya yang orisinal menjadi daya tarik batik buatan Ratna. “Batik saya orisinal, tidak ada yang menyamai,” ujarnya.

Sebelum menekuni usaha batik, Ratna berkecimpung sebagai penjahit dan membuka modes (kursus menjahit). Keterampilannya dalam mendesain dan menjahit sangat berpengaruh dalam mengembangkan usaha batiknya.

Perempuan asal Kota Madiun ini bercerita, ia menekuni batik sejak tahun 2010, usai mengikuti pelatihan membatik yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Madiun. Para peserta yang berjumlah 300 orang itu diberi dua kain dan diminta untuk menyanting hingga pewarnaan.

Di akhir pelatihan, batik hasil karya para peserta dikumpulkan dan dipilih yang terbaik. Karya pertama Ratna pun terpilih. Selanjutnya batik-batik tersebut disaring lagi hingga 50 batik. Batik-batik tersebut dijahit menjadi baju untuk dipentaskan.

“Saya buka modes di rumah. Waktu itu batik yang saya buat saya jahit menjadi baju bodo dan diberi sentuhan payet. Ternyata jadi juara II,” kenangnya.

Hadiah uang tunai dari lomba tersebut digunakan sebagai modal membangun usaha batiknya. Delapan tahun berkiprah sebagai pengusaha batik, Ratna telah memiliki banyak pelanggan. Dia memasarkan produk batik warna alamnya melalui pameran dan berbagai platform media sosial miliknya. Dalam sebulan, Ratna dapat meraup keuntungan hingga Rp 4 juta per bulan.

Meskipun telah berkecimpung cukup lama sebagai perajin batik, Ratna terus semangat meningkatkan kemampuannya. Dia pun mengikuti APBJ (Asosiasi Perajin Batik Jawa Timur). Dengan bergabung ke dalam APBJ, Ratna dapat meningkatkan pengalaman dan keterampilannya untuk membuat batik yang lebih bagus dan terjaga kualitasnya. Kecuali itu, dia juga kerap mengikuti ajang perlombaan batik yang digelar di beberapa daerah.

Kini Ratna tak hanya mengembangkan usahanya, dia juga aktif mengadakan pelatihan membatik dan menjadi narasumber pelatihan tersebut. Biasanya dia mewajibkan peserta untuk membayar Rp 100 ribu. Dengan biaya tersebut, peserta mendapatkan bahan dan mengikuti pelatihan seminggu dua kali selama sebulan.

Ratna terus semangat untuk berkarya, belajar, dan berbagi ilmu. Dia punya cita-cita besar, yakni ingin produknya dikenal hingga ke luar negeri. “Ingin go international. Harus semangat. Kemarin ada teman-teman pembatik yang pergi (pameran) ke Bangladesh. Saya ingin niru seperti itu,” ucapnya penuh harap. (via)

Data Usaha:

Nama Usaha   : Ratnawanti

Nama Pemilik : Ratnawanti

Alamat            : Perum Sogaten Jl. Lambang Sari 6 Blok C No. 14 Kota Madiun

Jl. Ronggotohjoyo RT: 6 RW: 3 Tiron, Nglames, Kab. Madiun