Begini Cara Unik Kampanye Gerakan Menabung Ala Ratusan Anak Ponorogo

109
Gerakan menabung di celengan oleh anak-anak Ponorogo. Foto-foto: Nurkholis/derapdesa.id

PONOROGO – Gerakan menabung bersama dilakukan secara unik oleh 550 anak yang tinggal di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Ide gerakan menabung menggunakan celengan atau kotak tabungan tersebut diprakarsai oleh Barno, Kepala Desa Bringinan, Kecamatan Jambon, Ponorogo, Jatim.

Barno mengaku awalnya gerakan tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2014 lalu dan diikuti tujuh belas anak saja. ” Selanjutnya ratusan anak di Desa Bringinan kami ajarkan menabung dalam kotak celengan, saat itu kotak celengan kami sediakan secara gratis,” ujar Barno, Rabu (1/5/2019) saat acara Bongkar Tabungan Massal di Rumah Baca Desa Bringinan.

Lebih lanjut Barno menambahkan anak-anak di Desa Bringinan bersama anak-anak dari tujuh Kecamatan yang ada di Kabupaten Ponorogo setelah mendapat kotak celengan kemudian dibawa ke rumah dan setiap hari anak-anak menabung sendiri. “Pada hari ini, tepat satu tahun kotak celengan yang sudah kami segel atau kunci, dibuka secara bersama-sama di Rumah Baca atau Perpustakaan Desa Bringinan oleh anggota Karang Taruna selaku panitia, disaksikan anak yang menabung dan orang tuanya,” jelasnya.

Dia berharap kegiatan menabung di kotak celengan itu menjadi sebuah kebiasaan karena sangat positif. Menurutnya, menabung akan melatih anak-anak hidup hemat, bertanggungjawab, dan mandiri. Mantan TKI di Malaysia ini mengaku akan terus melakukan gerakan positif menabung. “Karena dengan menabung bisa mengumpulkan uang sendiri dari sedikit kemudian menjadi banyak,” jelasnya.

Tercatat dalam acara membuka tabungan celengan secara massal tersebut diikuti 550 anak se Kabupaten Ponorogo dan terkumpul uang lebih dari Rp 200 juta. “Setelah lebaran nanti Gerakan Menabung Celengan akan kami mulai lagi dan tahun depan kita buka bersama lagi,” tandas Barno.

Ima Salsabila, salah satu penabung mengaku gembira bisa menabung di kotak Celengan. “Sebagian uang jajan tiap hari, saya sisihkan dan ditabung atau dimasukan ke dalam kotak celengan,” kata Ima.

Hal sama diutarakan oleh Ima, pelajar kelas VI SD Ar Risalah Desa Gundik, Kecamatan Slahung yang mengaku bersyukur karena bisa mendapat uang tabungan yang lumayan banyak. “Alhamdulillah setahun kami bisa menabung dalam jumlah ratusan ribu,” ungkap Rahma bangga yang diamini Natasha dan Novi, anak yang lain. (nur)