Begini Kondisi Terkini Fitriani, ODGJ yang Memakan Jarinya Sendiri

70
Gubernur Khofifah memberikan tasbih kepada ODGJ di RSJ Menur

Beberapa waktu lalu masyarakat dihebohkan dengan Fitriani, ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) skizofrenia yang memakan jarinya sendiri. Setelah dirawat selama 15 hari di RSJ Menur Surabaya, kondisi gadis asal Kediri itu mulai membaik. Saat dikunjungi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Selasa (7/5), Fitriani bahkan mengaku rindu dengan neneknya.

Di balik kondisi Fitriani yang mulai membaik, Khofifah menekankan perlunya after care berupa pendampingan dan perawatan secara berkelanjutan. Menurut dia, after care sangat dibutuhkan Fitriani setelah melakukan perawatan secara intensif. Ia juga membutuhkan penanganan yang berkelanjutan baik pada saat mengkonsumsi obat hingga menjaga pada sisi psikologisnya.

“Saya sampaikan terpenting adalah after care. Harus dipantau pemberian obat, tidak boleh telat, dan harus bisa dipastikan bahwa ada yang memberi pendampingan. Kami ingin memastikan ada yang memantau apakah obat itu dikonsumsi atau tidak,” ungkap Khofifah yang didampingi Direktur RSJ Menur dr Herlin Ferliana dan Kepala Dinas Sosial Prov. Jatim Sukesi.

Khofifah menyebut, peran Pusksesmas, Polindes hingga Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) sangat dibutuhkan untuk mengawal dan memberikan pendampingan kepada Fitriani ketika sudah kembali kepada keluarga.

Ke depan, pihaknya akan terus melakukan komunikasi dengan Puskesmas dan Polindes yang ada di Kediri. Harapannya, bisa memastikan bahwa ada yang menjaga keteraturan dari obat yang harus dikonsumsi. Pemberian obat tersebut sangat penting ketika terjadi dinamika instabilitas emosi.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur RSJ Menur dr Herlin Ferliana menjelaskan, kondisi Fitriani sejauh ini telah menunjukkan perkembangan yang signifikan setelah dirawat secara intensif dan didampingi tim dokter. Jika dilihat dari kondisi fisiknya, sudah sangat berbeda dan menunjukkan hasil yang positif. Kondisi itu berbeda jika dilihat pada saat awal masuk di RSJ Menur, yang terlihat kurang darah atau anemia.

“Kalau dilihat dari fisik saat ini sudah bagus, jika dulu masuk anemia sekarang sudah bagus dan sangat positif,” ujarnya.

Dia melanjutkan, dilihat dari tingkat kejiwaan, kondisi Fitriani juga bisa dipastikan sudah membaik. Bahkan, bisa berinteraksi dan diajak berbicara. Sementara itu, untuk luka juga sudah berangsur membaik. Jika memungkinkan dapat dilakukan amputasi pada jari-jari tangannya yang menonjol asalkan mendapat persetujuan dari tim dokter.

“Allhamdulillah sejauh ini dilihat dari jiwa, badan, dan luka sudah mulai membaik. Direncanakan jika kejiwaan, badan, dan luka yang ada stabil, maka minggu depan akan dilakukan tindakan berikutnya, yakni mengamputasi tulang jari jemari yang menonjol,” ujarnya.

Setelah mengunjungi Fitriani, Gubernur Khofifah membagikan tasbih kepada pasien RSJ Menur. Tasbih, menurut Khofifah merupakan alat yang sangat baik untuk melatih konsentrasi bagi pasien dengan tatapan mata yang kosong.

“Kenapa saya memberikan tasbih ini, karena yang saya lihat itu adalah tatapan mata kosong. Biasanya mereka memainkan tangan dan diputar seperti sedang berdzikir. Jika mereka diberi tasbih akan membantu dan melatih konsentrasi,” terangnya.

Khofifah berharap, bahwa Tasbih ini dapat dipergunakan untuk membantu proses penyembuhan secara spiritual disamping proses penyembuhan secara medis.

“Secara medis terus dilakukan proses untuk penyembuhan serta secara sosial dilakukan pendampingan. Sedangkan, tasbih lewat jalan lain secara spiritual yang akan membantu proses penyembuhannya,” tutupnya. (uul, hms)