Belum Ter-cover Bantuan Pemerintah, 10 KRTP Desa Bancar Nikmati Jalin Matra

151
Ketua Sekretariat Jalin Matra PFK Desa Bancar, Muh Nurcholis (kiri) bersama penerima Jalin Matra PFK Desa Bancar. Foto-foto: Muh Nurcholis/derapdesa.id.

PONOROGO – Sebanyak 10 KRTP (Kepala Rumah Tangga Perempuan) di Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo menerima bantuan Program Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera (Jalin Matra) Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan (PFK) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada Tahun Anggaran 2019 ini.

Ketua Sekretariat Jalin Matra PFK Desa Bancar, Muh Nurcholis membenarkan bahwa pada 2019 di Desa Bancar menerima Program Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera (Jalin Matra) Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan (PFK) atau Kemiskinan Bagi Rumah Tangga Miskin dengan Kepala Rumah Tangga Perempuan (KRTP).

“Jumlah Rumah Tangga Sasaran atau Kepala Rumah Tangga Perempuan (KRTP) di Desa Bancar sebagai penerima program Jalin Matra sebanyak sepuluh KRTP yang berasal dari tiga Dukuh yaitu Bancar, Nglodo dan Duwet,” ujar Muh Nurcholis di sela-sela Rembuk Pokmas Penyerahan Bantuan Program Jalin Matra di Balai Desa Bancar, Kamis (19/9/2019).

Terlihat hadir dalam acara tersebut antara lain Sarno dari Dinas PMD Kabupaten Ponorogo, Kepala Desa Bancar Agus Sudarmono, Kasi PMD Kecamatan Bungkal Heru, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pendamping, Perangkat Desa dan penerima bantuan Jalin Matra.

Kepala Desa Bancar, Agus Sudarmono menyampaikan terimakasih kepada Pemprov Jatim yang menyalurkan Program Jalin Matra PFK kepada Bancar pada tahun 2019.

“Dengan adanya bantuan Jalin Matra di Desa Bancar sangat membantu usaha KRTP yang ada di Desa Bancar sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan perekonomian bagi KRTP,” terang Agus.

Lebih lanjut dia mengatakan dengan adanya Program Jalin Matra tersebut bisa memacu dan memicu penerima untuk meningkatkan kesejahteraannya.

“Semoga dengan bantuan Jalin Matra para KRTP meningkatkan usahanya lebih maju dan baik lagi sehingga melancarkan usahanya seperti penjual gorengan, penjual rujak petis, warung kopi, peternak dan lain-lainnya,” jelasnya.

Sedangkan Sarno dari Dinas PMD Kabupaten Ponorogo menyampaikan terimakasih kepada Pemdes Bancar serta Sekretariat Desa Bancar sebagai pelaksana Program Jalin Matra sehingga bisa berjalan tepat waktu.

“Bantuan ini berupa barang semoga dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat terutama KRTP Desa Bancar dan bantuan tersebut dapat terus dikembangkan, hidup sejahtera bagi Kepala Keluarga Perempuan penerima,” ungkap Sarno yang diamini oleh Heru dari Kantor Kecamatan Bungkal.

Ditemui terpisah, Turiyah salah satu penerima bantuan yang merupakan penjual kopi dan kios mracangan mengaku bersyukur menerima bantuan Jalin Matra.

“Alhamdulillah dengan bantuan ini semoga bisa membantu usaha jualan saya semoga dengan bantuan ini bisa menambah kesajahteraan dan kemakmuran warga Desa Bancar,” tutur Turiyah.

Sementara itu, Bagus Kurnia, Koordinator Pendamping Kabupaten Program Jalin Matra PFK mengungkapkan penyerahan bantuan usaha sudah melalui beberapa tahapan proses sebelumnya. “Mulai dari verifikasi calon penerima melalui Rembug Warga, identifikasi dan klarifikasi usulan usaha hingga rembug pokmas pendalaman, hingga pengadaan barang oleh sekretariat desa,” ungkap Bagus Kurnia.

Masih menurutnya, pada prinsipnya program ini berjalan harus sesuai dengan mekanisme yang ada dan harapannya kemanfaatannya juga bisa benar-benar meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan calon penerimanya.

“Harapannya program ini berjalan tepat sasarannya, tepat jumlahnya, tepat kemanfaatannya dan juga tepat keadministrasiannya,” jelasnya.

Pihaknya pun menyampaikan Program Jalin Matra PFK di Kabupaten Ponorogo akan menyasar kepada 212 Calon Penerima Kepala Rumah Tangga, 10 warga di antaranya adalah Warga Desa Biting.

“Sebanyak 212 KRTP se-Kabupaten Ponorogo tersebar di 15 Desa yaitu Biting (Badegan), Binade (Ngrayun), Galak (Slahung), Bancar (Bungkal), Wringinanom (Sambit), Prayungan (Sawoo), Klepu (Sooko), Bedoho (Sooko), Bareng (Pudak), Singgahan (Pulung), Siwalan (Mlarak), Suren (Mlarak), Somoroto (Kauman), Poko (Jambon), dan Kemiri (Jenangan),” pungkasnya. (MUH NURCHOLIS)