Bencana Banjir Bandang Madiun Jadi Atensi Gubernur Khofifah

117

MADIUN – Bencana banjir di wilayah Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun mendapat atensi orang nomor 1 di Pemrov Jatim. Terbukti Gubernur Jatim, Hj. Khofifah Indar Parawansa langsung melakukan peninjauan ke lokasi bencana banjir, Kamis (6/3/2019) lalu.

Kedatangan Gubernur Jatim disambut Bupati Madiun H Ahmad Dawami bersama Wakil Bupati Madiun, Wali Kota Madiun, Forkompimda Kabupaten Madiun, BPPD Provinsi Jatim, serta Balai Besar Bengawan Solo.

Adapun wilayah bencana alam yang disambangi Gubernur Jatim adalah Kantor Desa Garon. Kantor desa Garon dijadikan tempat mengungsi para korban banjir. Rombongan kemudian meninjau lokasi banjir di Pondok Pesantren Wisna Wisnu di Desa Jerukgulung dengan menggunakan perahu karet.

Gubernur Jatim juga menyempatkan diri meninjau tanggul jebol sungai Jeroan yang menjadi salah satu penyebab banjir, dan terakhir peninjauan dilakukan di Posko Penanganan Korban Banjir di Kantor Kecamatan Balerejo.

Kepada derapdesa.id, Gubernur Khofifah memaparkan pihaknya akan melaksanakan rapat koordinasi dengan Bupati/Walikota terhadap penanganan kerawanan banjir, agar dapat dimitigasi dan mencari langkah-langkah penyelesaian kedepannya.

Sedangkan dari Balai Besar Bengawan Solo BBWS menjanjikan selama 2 jam ini akan melakukan penanggulan untuk tanggul di Kecamatan Balerejo, dan jangka panjangnya akan dilakukan pembangunan plengsengan.

Terpisah, Bupati Madiun Ahmad Dawami menegaskan bahwa banjir yang melanda Kabupaten Madiun sekarang ini terpusat di Kecamatan Balerejo. “Saat ini debet airnya di beberapa titik masih tinggi, ini karena Balerejo merupakan pusatnya akhir aliran sungai yang dekat dengan sungai Bengawan Solo,” ujarnya.

Akibat bencana banjir yang menyebar di wilayah Kabupaten Madiun bagian utara ini Bupati Madiun pun menetapkan status darurat untuk bencana banjir, 6 hingga 19 Maret 2019 yang tertuang dalam Surat Keputusan yang ditandatangani oleh Bupati Madiun pada Rabu (6/3/2019) lalu. (nur)