Benteng Kedung Cowek Bakal Jadi Cagar Budaya

76
Benteng Kedung Cowek siap jadi cagar budaya

Keberadaan Benteng Kedung Cowek di kawasan pesisir utara Surabaya itu terus mendapat perhatian. Bangunan lama peninggalan kolonial Belanda itu bakal dijadikan bangunan cagar budaya. Pemkot Surabaya berkomitmen melakukan penyelamatan, salah satunya dengan menggandeng Kodam V/Brawijaya guna melindungi kawasan tersebut.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, kawasan Benteng Kedung Cowek merupakan teritorial Kodam V/Brawijaya, makanya pihaknya bersinergi dan menggandeng jajaran TNI dalam rencana mengembangkan bangunan tersebut.

“Jadi prinsip mekanismenya kita perbaiki atau revitalisasi kawasan itu. Selanjutnya kita kembalikan ke Kodam atau kita kelola bersama-sama,” kata Risma (23/8).

Sebelum dilakukan revitalisasi atau pengembangan, pihaknya memastikan akan menetapkan dahulu bangunan itu menjadi cagar budaya. Dengan begitu, pengembangan kawasan wisata di benteng bekas peninggalan zaman kolonial Belanda ini bisa berjalan.

Menurutnya, deretan perbentengan yang memiliki panjang kurang lebih tujuh hektar itu, bakal menjadi salah satu spot wisata menarik. Apalagi, saat ini Pemkot Surabaya intens mengembangkan wilayah pesisir pantai utara menjadi kawasan wisata.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kota Surabaya, Musdiq Ali Suhudi mengatakan, pihaknya bersama jajaran terkait telah menggelar rapat bersama sebelum menetapkan Benteng Kedung Cowek sebagai bangunan cagar budaya.

“Nanti bersama tim ahli cagar budaya kita akan lakukan uji material baik itu konstruksi fisik maupun komponen bangunan, kemudian literatur kesejarahan itu punya peranan penting seperti apa,” kata Musdiq.

Pihaknya bersama tim ahli cagar budaya dan Kodam V/Brawijaya bakal melakukan observasi di lapangan untuk menggali nilai-nilai sejarah di bangunan benteng tersebut. (*)