Bentuk Strategi Komunikasi Publik, Pemprov Jatim Gelar Media Gathering

117
Foto: HA Afandi/Derapdesa.id

Guna memperoleh masukan awak media soal kesiapan memasuki new normal life, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Prov Jawa Timur bersama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Prov Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan media gathering di Hotel Mercure Grand Mirama Jl Raya Darmo No 68-78 Surabaya (9/7).

Kegiatan ini dihadiri Gubernur Jatim Khofifah, Kadis Kominfo Jatim, Ketua KPID Jatim, Kepala Bakorwil Jember, Kepala Bakorwil Madiun, Narasumber Diskusi serta perwakilan masing-masing institusi media (cetak, online, TV, radio).

Adapun tema yang diambil yaitu ‘Penanganan Covid-19 dan Kesiapan Jawa Timur dalam Memasuki New Normal Life: Strategi Komunikasi Publik, Saran dan Masukan Insan Media’.

Kadis Kominfo Prov Jatim Benny Sampirwanto menyampaikan, maksud terselenggaranya kegiatan ini meliputi dua hal. Pertama; menyampaikan kebijakan Pemprov Jatim dalam masa transisi di masa pandemi. Kedua; ingin memperoleh masukan dari jajaran media agar kebijakan yang ada bisa dilaksanakan masyarakat.

“Hari ini kita memasuki masa transisi yang seakan-akan bukan lagi masa transisi, tapi sudah bebas. Masyarakat masih banyak yang belum sadar bagaimana menerapkan protokol kesehatan. Sehingga, hari ini kita minta masukan, bagaimana pesan yang disampaikan bisa tersampaikan pada masyarakat mengingat vaksinnya juga belum ada. Jadi, satu-satunya cara adalah menerapkan disiplin protokol kesehatan. Saya yakin dengan duduk bersama disini akan terpecahkan lagi,” tuturnya.

Baca Juga  Produksi Masker, Ungkit Ketahanan UMKM Banyuwangi

Soal informasi, promblem hari ini bukan lagi kekurangan informasi tapi justru kebanyakan informasi. Masalahnya; masyarakat akan semakin sulit menyeleksi mana informasi yang benar, mana informasi yang sesuai dan mana informasi yang benar-benar dibutuhkan. Terlebih di masa Pandemi Covid-19.

Afif Amrullah, Ketua KPID Prov Jatim menjelaskan, sejak awal pandemi terjadi di Indonesia, KPI Pusat sudah mengeluarkan surat edaran yang ditindaklanjuti seluruh KPID Indonesia. “KPID Jatim sendiri segera berkordinasi dengan seluruh lembaga penyiaran televisi  dan radio di Jatim. Alhamdulillah, semuanya saling peduli dan membantu pemerintah daerah melakukan sosialisasi dan edukasi pada masyarakat melalui iklan layanan dan program siaran lainnya,” jelasnya.

Pihaknya pun sangat mengapresiasi semua institusi media. Kedepan, KPID Prov Jatim akan terus melakukan pemantauan agar bisa memastikan insan pers yang bisa disebut pahlawan informasi di era pandemi ini benar-benar bisa melindungi dirinya yang setiap hari harus keluar rumah. Bukan hanya memantau isi atau kegiatan siaran.

Baca Juga  Terima Kunjungan Libels Voice, Khofifah Sebut Paduan Suara Never Ending

Gubernur Khofifah juga demikian. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan terimakasih untuk seluruh suport kebersamaan dalam berbagai hal terkait penanganan Covid-19 yang efeknya kemana-mana. Hari ini, kata dia, tiada yang berani memastikan prediksi memiliki presisi yang tinggi. Kapan puncaknya, kapan melandai, kapan menurun dan kepan berakhirnya penyebaran Covid-19 di dunia. Termasuk di Indonesia dan khususnya di Jawa Timur.

Ia berharap, pertemuan ini bisa mengidentifikasi opsi-opsi yang selanjutnya bisa difollow up sebagai proses persiapan New Normal Life. Artinya, dimulai dari mana dan di sektor apa saja. Termasuk bagi daerah-daerah yang berkategori peta merah, orage dan kuning.

“Hari ini, kami mohon ikhtiar-ikhtiar untuk bisa menyampaikan pesan disiplin menjalankan protokol kesehatan dan juga suport moral pada tenaga kesehatan supaya tidak berkurang,” imbuhnya.

Setrategi komunikasi publik yang didiskusikan dalam agenda media gathering ini diisi empat narasumber dengan pembahasan masing-masing. Pertama, Dr Suko Widodo MA Akademisi Universitas Airlangga Surabaya dengan materi ‘Strategi Komunikasi Publik Pemerintah dalam Penanganan Covid-19 dan Efektifitas Penerapan New Normal Life’.

Kedua, Erol Jonathan CEO Radio Suara Surabaya dengan materi ‘Peran Media Radio dan Kontribusi Citizen Journalism dalam Sosialisasi New Normal Life’. Ketiga, Dr Tatang Istiawan dengan materi ‘Peran Kontrol Sosial Pers atas Pengelolaan Dana Promotif dan Preventif Penanganan Pandemi Virus Covid-19 di Jatim Sebesar Rp 110 Miliar’. Dan keempat, Dwi Eko Lokonanto dengan materi ‘Komunikasi Media Online dalam Membangun Optimisme Masyarakat di New Normal Life’. (fan)