Bersyukur, Warga Bhinor Adakan Petik Laut

275
Kegiatan petik laut dengan melarung sesaji ke tengah laut.

Sepanjang Minggu (15/9) warga Desa Bhinor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, bersuka cita. Itu terjadi setelah mereka terutama yang berada di kawasan Perairan Bhinor Lestari menggelar tasyakuran berupa tradisi petik laut.

Senyum pun bertebaran bersama bergeliatnya sektor wisata di ujung timur wilayah Kabupaten Probolinggo tersebut. Hasil laut masyarakat nelayan yang kian hari dirasa semakin melimpah pun mampu menunjang perekonomian keluarga.

Guna mensyukuri semua nikmat itu Pemerintah Desa Bhinor bersama masyarakat setempat menggelar tradisi leluhur ‘Petik Laut’ di sepanjang pesisir Dusun Pesisir Desa Bhinor (Pantai Dewi Harmony).

Tradisi petik laut yang identik dengan ritual selamatan desa ini rutin diadakan setiap tahun, tepatnya pada 14 bulan Muharram. Hal ini sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat Desa Bhinor kepada Allah SWT atas segala kelimpahan rezeki dan rasa aman.

Baca Juga  Jaga Ekosistem Pantai, Berdayakan Masyarakat Nelayan

Guna menambah semarak suasana, Pemdes Bhinor juga mengadakan lomba perahu hias, lomba kebersihan lingkungan dan jalan sehat ala kampung iklim Desa Bhinor. Itu dilakukan dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai penunjang desa wisata.

“Petik Laut merupakan budaya peninggalan nenek moyang dan akan terus kami pertahankan. Karena ada nilai-nilai luhur yang terkandung yakni kerukunan dan keguyuban masyarakat. Semua bersatu menyiapkan segala sesuatunya,” kata Hostifawati, Kepala Desa Bhinor.

Tak hanya ramai oleh aktivitas warga masyarakat Bhinor, setiap tahun kegiatan petik laut juga kerap menarik kehadiran masyarakat dari luar desa untuk menimati suasana atau menyaksikan secara langsung prosesi ritual petik laut tersebut.

Dalam memfasilitasi para pengunjung, seluruh perahu koang (besar) dan perahu kateran (kecil) yang sebelumnya sudah berhias ragam pernak pernik khas pesisir itu disiapkan untuk mengangkut para pengunjung yang ingin mengikuti dan menyaksikan jalannya prosesi larung sesaji.

Baca Juga  Garap Wisata Bahari, Dapat Bantuan dari KKP

Tradisi petik laut leluhur adalah dengan melarung sesaji berupa hasil laut, hasil bumi, hasil ternak dan kepala sapi ke tengah samudra tepatnya di kawasan karang Kranji yang sering disebut bank ikan itu. “Karang yang merupakan warisan leluhur ini akan terus kami jaga kelestariannya secara turun-temurun,” tuturnya. (*)