Kisah Andi Ernawati, Owner E-Gallery Paper Flower (1)

Bisa Happy Berkat Hobby

208
Andi Ernawati

Tak semua perempuan yang jadi istri berpangku tangan pada suami. Diantaranya, ada sosok yang memiliki ide kreatif membuka peluang bisnis. Satu perempuan itu ialah Andi Ernawati (43). Memulai usaha seni di bidang paper flower sejak tahun 2017, hal yang ditekuninya itu, kini berkembang kian pesat. Beberapa orang sampai minta dibuatkan workshop hingga les privat.

TUMPUKAN kertas warna-warni berjajar rapi di atas meja. Di sekelilingnya ada pensil, spidol, gunting dan lem tembak. Beberapa alat itu dimanfaatkan Erna –sapaan akrab Andi Ernawati- untuk membuat serangkaian bunga berbahan kertas.

Erna mengambil satu kertas berwarna ungu dan meletakkannya di atas meja. Ia membuat pola berbentuk segi lima memanjang lantas mengguntingnya, ada yang besar dan ada yang kecil. Ini dilakukannya berulang kali.

Semua kertas yang sudah terbentuk, bagian bawahnya digunting tegak lurus sepanjang kurang lebih 5 cm. Kedua sisinya lalu ia rekatkan sehingga terlihat cekung. Nah, untuk menjadikannya sebagai mahkota bunga yang utuh, kertas yang sudah terbentuk itu ia tempel dengan posisi saling tindih. Urutan paling bawah mulai yang terbesar.

Erna menunjukkan hasil karya bunga kertas di rumahnya

Dalam kesehariannya, aktivitas itu banyak ia lakukan di rumahnya, di Graha Juanda Sidoarjo. Ia mengisahkan, jauh sebelum membuka usaha paper flower (PF), sosoknya memang suka membuat handycraft. Namun, hasil karyanya hanya dipajang sebagai penghias ruangan atau diberikan kepada orang lain.

Baru pada pertengahan tahun 2017, Ibu satu anak ini memutuskan membuka usaha. “Pada dasarnya, saya suka berkreasi apa saja yang membuat saya penasaran. Waktu itu pas lagi booming-boomingnya paper flower. Kemudian ikutan bikin terus uploud di Ig (Instagram). Dari situ kok banyak yang suka dan mau order,” paparnya.

Lantas, mengapa ia memilih terjun di bidang PF? Kepada Puspa, Erna menuturkan, pangsa pasar usaha tersebut luas. Semakin hari semakin banyak peminatnya. PF, kata dia, manfaatnya bukan hanya sekadar dijadikan hiasan untuk backdrop wedding atau acara ulang tahun, tapi sudah menjadi salah satu kreasi yang bisa dijadikan home decor.

Hal ini beralasan. Kertas yang ia pakai ialah jenis jasmine, kertas dengan efek glitter yang bisa memberi kesan mewah. Sehingga hasilnya juga cocok untuk menghiasi dinding ruangan. Asal tidak terkena air dan sinar matahari langsung, lanjut dia, karya yang dihasilkan akan awet.

Satu paket karya peper flower Erna

Wanita kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan ini pun bersyukur. Berkat hobi yang ia tekuni dan menjadikannya sebagai peluang bisnis, hasilnya mampu membantu ekonomi keluarga. Dalam satu minggu saja ia mendapat pesanan rata-rata delapan hingga sepuluh paket. Harganya kisaran Rp 200 ribu hingga Rp 2 juta. “Kayaknya paper flower ini passion saya yang sebenarnya. Saya happy karena memang hobby,” ujarnya meyakinkan.

Dua tahun berjalan usahanya berkembang kian pesat. Dari prosesnya, satu kesan tak terlupakan ialah bisa diundang di acara gelar wicara Hitam Putih yang ditayangkan Trans7 pada Bulan Januari 2019 lalu. Ia mengaku tak menyangka, karena dalam dunia usaha ia tergolong pemain baru.

Pemilik akun instagram @erna_chumedy ini menyampaikan, tak terlalu banyak cara khusus untuk menggait konsumen agar mau melirik karyanya. Ia hanya berusaha selalu update di media sosial serta terus berinovasi membuat bentuk bunga sekaligus daun. Salain itu, ia juga berusaha menghasilkan PF seindah dan serapi mungkin.

Customer yang cerdas pasti bisa menilai, mana yang kerjanya asal-asalan, mana yang digarap secara serius,” imbuhnya. (fan)

Erna saat diundang dalam acara gelar wicara Hitam Putih, Trans7