Bojonegoro Kembangkan Jahe Merah

57
Bibit jahe merah yang siap dikembangkan

Tanaman jahe merah sedang banyak digandrungi masyarakat. Tak mengherankan bila warga Bojonegoro juga akan mengembangkan tanaman tersebut. Bahkan Dinas Pertanian (Disperta) setempat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 65 juta untuk pengembangan bibit jahe merah di wilayahnya.

“Sekarang ini telah disediakan 1 ton bibit bagi gabungan kelompok tani (Gapokta) atau petani yang ada,” ujar Kepala Seksi Tanaman Rempah dan Empon Disperta Bojonegoro, Bambang Wahyudi (30/9).

Tujuan pengembangan jahe merah, katanya, nantinya dapat meningkatkan tambahan ekonomi bagi para petani. “Sehingga, pengembangan jahe merah ini memang perlu dilakukan,” lanjutnya.

Selama ini pengembangan tersebut cukup berhasil. Bahkan hasil pengembangan jahe merah tahun lalu bisa dikembangkan, salah satunya menjadi produk olahan minuman yang dikembangkan secara home industry.

“Tahun 2018 lalu bibit jahe merah yang disediakan sekitar 700 kg, namun untuk 2019 ini, bibit yang disediakan ada 1000 kg atau 1 ton bibit jahe merah,” ujar Bambang.

Bibit jahe merah tersebut bakal diberikan ke Gapoktan yang tersebar di 10 lokasi kecamatan. Setiap kelompok akan dibagi 100 kg benih yang dibagi kembali ke 20 orang setiap petani. “Hingga kini gapoktan yang sudah mengajukan ada di tiga kecamatan yakni Malo, Kalitidu dan Ngasem,” kata dia.

Diharapkan dengan adanya penambahan bibit jahe merah itu dapat kembali dikembangkan, sehingga hasil dari tanaman itu, dapat meningkatkan nilai perekonomian bagi petani. (*)