Bude Karwo Ajak FPPI Wujudkan Kesetaraan Gender

37

Bias gender masih sering ditemui di tengah masyarakat. Padahal, SDGs (Sustainable Development Goals) sebagai komitmen global telah menjadikan keseteraan gender antara laki-laki dan perempuan sebagai salah satu tujuan yang harus dicapai.

Ketokohan Bude Karwo dalam pemberdayaan perempuan di Jatim tidak diragukan lagi. Sabtu, (17/11) lalu, Ketua TP PKK Provinsi Jatim ini mendapat kehormatan sebagai keynote speaker (pembicara utama) dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) FPPI (Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia) di Hotel Singgasana, Surabaya.

Di hadapan anggota FPPI yang berasal dari 29 provinsi se-Indonesia, Bude Karwo mengajak FPPI untuk bersama-sama memberdayakan perempuan sehingga dapat tercipta kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan di Indonesia. Istri Gubernur Jatim Pakde Karwo itu mengatakan, komitmen global dalam SDGs, poin kelima adalah mengenai kesetaraan gender (gender equality). Di dalamnya terdapat angka harapan hidup, pendidikan, jumlah pendapatan, serta gender empowerment measure (GEM).

“Diharapkan, akan terjadi perfect equality atau konsep kesetaraan kuantitatif, yakni 50 banding 50 (fifty-fifty gender equality) sesuai yang diidealkan UNDP (United Natios Development Program),” ujar Bude Karwo.

Dalam kesempatan tersebut, Bude Karwo juga sharing mengenai keberhasilan yang telah dilakukan PKK dan Pemprov Jatim. Di antaranya adalah keberhasilan menurunkan AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKB (Angka Kematian Bayi), serta keberhasilan menurunkan angka kemiskinan Jatim melalui pemberdayaan kepala rumah tangga perempuan (KRTP).

“Pemprov Jatim berkomitmen mengatasi permasalah gender, khususnya mengatasi permasalahan three ends. Yakni, mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, mengakhiri perdagangan manusia, dan mengakhiri kesenjangan ekonomi,” ungkap Bude Karwo.

Dengan digelarnya Rakornas FPPI, Bude Karwo berharap banyak hal. Di antaranya perubahan pandangan masyarakat yang bias gender terhadap perempuan, peningkatan kapasitas dan produktifitas kerja perempuan melalui pendidikan formal dan non formal, serta pelatihan pendampingan dan pengkajian.

Kecuali itu, Bude Karwo juga berharap dapat tersedianya peluang bagi perempuan untuk meningkatkan peran sosial dan ekonomi terhadap keluarga dan masyarakat. Selanjutnya juga terwujudnya keadilan dan hak-hak perempuan dalam bidang dan HAM.

“Ke depan tantangan dalam pemberdayaan perempuan di Indonesia semakin besar dalam mencapai kesejahteraan sosial yang adil dan dapat menyediakan pelayanan publik yang lebih baik bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum FPPI Utari Sukanto menjelaskan, FPPI merupakan organisasi perempuan yang mendukung dan menyukseskan semua program tentang perempuan yang ada di kementerian atau dinas.

Mengenai optimalisasi peran perempuan Indonesia sebagai ibu bangsa, Utari menegaskan saat ini tugas perempuan sangat berat. “Ibu bangsa bertugas menghasilkan produk anak muda positif yang membawa Indonesia ke era yang lebih maju,” pungkasnya. (via)