Bude Karwo Lantik Ketua TP PKK Kota Mojokerto

50

Kota Mojokerto tak hanya memiliki walikota dan wakil walikota baru, kota ini juga memiliki Ketua TP PKK dan Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) yang baru. Dialah Hj Nur Hasanah, istri dari Wakil Walikota Mojokerto, Achmad Rizal Zakaria.

Pelantikan Ketua TP PKK dan Dekranasda ini digelar usai pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Mojokerto, Senin (10/12) di gedung negara Grahadi Surabaya. Pelantikan tersebut dilakukan Ketua TP PKK dan Dekranasda Provinsi Jatim, Bude Karwo.

Bude Karwo menjelaskan, penetapan Nur Hasanah sebagai Ketua TP PKK dan Dekranasda sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2013 Tentang Pemberdayaan Masyarakat melalui Gerakan PKK Pasal 10 yang berbunyi, ‘apabila kepala daerah perempuan, maka ketua TP PKK ditunjuk oleh pejabat yang bersangkutan dengan mengutamakan istri wakil kepala daerah’.

“Dalam hal ini adalah istri wakil walikota. Jadi, ini sudah ada aturannya,” ujar Bude Karwo.

Istri Gubernur Jatim itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada kepemimpinan PKK Kota Mojokerto sebelumnya yang telah berhasil menorehkan banyak prestasi, baik di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.

Sementara kepada Ketua TP PKK yang baru dilantik, Bude Karwo berpesan untuk terus membina kader PKK yang tersebar hingga di dasawisma. “Sebagai mitra pemerintah, gerakan PKK harus bisa membantu dan mendorong masyarakat, baik di bidang kesehatan, pendidikan, hingga pengentasan kemiskinan. PKK akan lebih berdaya guna jika bisa mendengarkan aspirasi ibu-ibu rumah tangga,” pesan Bude Karwo.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dekranasda, Bude Karwo meminta Nur Hasanah agar terus mendorong industri kecil, khususnya kerajinan untuk terus meningkatkan kualitas produk.

“Kendala UKM kita biasanya, kalau mendapat pesanan banyak, kualitas menurun. Selain itu, packaging juga perlu lebih diperhatikan,” kata Bude Karwo.

Menanggapi pesan Bude Karwo, Nur Hasanah mengatakan akan turun langsung ke kelurahan-kelurahan agar lebih dekat dengan masyarakat, menyerap aspirasi, dan mengetahui kendala-kendala yang dialami PKK di bawah.

Sementara terkait Dekranasda, Nur menyatakan bahwa Walikota Mojokerto, Ning Ita akan mengambil konsultan Dekranasda dari Jakarta. “Jadi, nanti Dekranasda akan didampingi konsulta,” imbuhnya.

Di akhir perbincangan, Nur berharap agar dia bisa amanah menjalankan kepemimpinan TP PKK dan Dekranasda Kota Mojokerto. Dia juga menyampaikan harapan agar PKK dan Dekranasda Kota Mojokerto di bawah kepemimpinannya akan lebih maju dan berkembang. (uul)