Budidaya Ikan Cupang, Hasilkan 81 Juta Ekor

184

Kabupaten Kediri memiliki banyak potensi dan sumber daya alam, termasuk dalam pengembangan bidang perikanan. Selain potensi ikan konsumsi dan ikan koi, juga salah satu potensi yang belum banyak diketahui adalah budidaya ikan cupang atau beta.

Plt Kepala Dinas Perikanan, Nur Hafid, menyatakan, Kabupaten Kediri setiap tahunnya dari hasil budidaya menghasilkan 81 juta ekor ikan cupang. Lokasi sentra budidaya di Kecamatan Ngadiluwih, Gurah, Badas, Plosoklaten, Kandat, dan Kras.

“Nilai potensi omzetnya sekitar Rp 34 milyar per-tahun. Ikan cupang dari Kabupaten Kediri rutin memasok kebutuhan di Jawa dan luar Jawa. Seperti Poktan Sempulur dari Gurah rutin memasok ke Kalimantan. Ini membuktikan nilai ekonominya tinggi, dan terbukti ikut mengangkat kesejahteraan masyarakat,” kata Hafid.

Pihaknya memandang penting adanya even nasional Kontes Beta yang diselenggarakan Pemkab Kediri melalui Dinas Perikanan. Selain sebagai  wadah bertemunya sesama pembudidaya cupang juga sebagai media promosi ke luar daerah sehingga mampu meningkatkan jangkauan pasar ikan cupang dari Kabupaten Kediri.

“Tujuannya sebagai media silaturahmi pembudidaya. Sehingga saling bertukar ilmu dalam budidaya cupang. Selain itu agar potensi ikan cupang sebanyak 81 juta ekor di Kabupaten Kediri ini dapat dimaksimalkan. Sehingga membuat semangat pembudidaya,” imbuh Hafid.

Sementara itu tahun 2017 ditargetkan produksi benih ikan baik laut, payau maupun tawar sebanyak 155 miliar ekor. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) Kementerian Kelautan dan Perikanan, menyebutkan, benih ikan sebanyak itu guna mendukung target produksi ikan tahun 2017 sebesar 9,4 juta ton dari total target produksi perikanan budidaya 22,79 juta ton, termasuk di dalamnya rumput laut.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, mengatakan,  pihaknya terus berupaya agar target ketersediaan benih ikan dapat terpenuhi, baik secara kuantitas maupun kualitas. Salah satu upaya strategis yang dilakukan KKP mewujudkan hal tersebut, yaitu mendorong usaha perbenihan menuju skala industri.

Pasalnya, penyediaan induk dan benih ikan unggul pada tahapan usaha pembenihan dalam sistem usaha perikanan budidaya menjadi tulang punggung dan salah satu faktor penentu keberhasilan. Target produksi itu untuk memenuhi target produksi perikanan budidaya ditetapkan terus meningkat setiap tahunnya.

 

Targetkan 31,3 Juta Ton

Hingga tahun 2019, produksi perikanan budidaya diharapkan mampu mencapai 31,3 juta ton. Untuk memastikan keberhasilan pencapaian target itu, KKP memperkuat 3 (tiga) faktor penentu keberhasilan usaha perikanan budidaya, yaitu: (1) jaminan ketersediaan induk dan benih unggul; (2) penerapan biosecurity yang ketat, cara pembenihan ikan yang baik (CPIB), cara budidaya ikan yang baik (CBIB), dan monitoring residu serta kesehatan ikan; dan (3) jaminan mutu kualitas air dan lingkungan sekitar usaha budidaya.

“Benih merupakan kebutuhan utama dalam suatu usaha perikanan budidaya. Benih yang diperlukan saat ini dan kedepan adalah benih bermutu yang dihasilkan oleh induk unggul, dikelola oleh instalasi pembenihan yang berkompeten dan terakreditasi,” tuturnya.

Dikatakannya, sinergitas, kerjasama dan kemitraan yang intens dan saling menguntungkan dari hulu sampai hilir sangat diperlukan untuk membangun suatu industri perbenihan. Bahkan dapat menjadi cikal bakal dari suatu industri perikanan budidaya.

Pada pertemuan Symposium on Disease in Asian Aquaculture ke-10 (DAA10) beberapa waktu lali di Bali, terungkap bahwa menjaga dan menggunakan induk unggul yang bebas penyakit maka akan berkontribusi menjamin tingkat keberhasilan budidaya hingga 20% lebih tinggi dibanding menggunakan benih biasa. Jaminan keberhasilan usaha akan meningkat hingga 95% apabila lingkungan usaha budidaya terjaga dari limbah. (ins, edt)