Buka BBGRM dan HKG PKK, Khofifah Minta Kasus Stunting Jadi Fokus Perhatian

35
KENTONGAN. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menandai pembukaan puncak peringatan BBGRM XVI dan HKG PKK ke-47 dengan menabuh kentongan, dengan didampingi Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto dan Kepala DPMD Jatim, Moh Yasin, Sabtu (19/10/2019).

Masih tingginya angka stunting di Jawa Timur kembali mendapat perhatian dari Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Kader-kader PKK pun diminta untuk menyisir kasus stunting di lingkungan terdekat di masing-masing daerah. Sebab, menurutnya, angka stunting di Jawa Timur saat ini telah mencapai 33 persen atau lebih tinggi dari angka stunting nasional yang masih 30 persen.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Khofifah saat membuka acara puncak Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XVI dan Hari Kesatuan Gerak PKK (HKG-PKK) ke 47,di Kampung Kerapu, Situbondo, Sabtu (19/10/2019).

‘’Para penggerak PKK untuk menyisir di lingkungan mereka yang masih kekurangan gizi. Nanti disinergikan antara Dinas Kesehatan dengan PKK supaya berseiring,” pinta gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Di kesempatan itu, Khofifah juga mengajak para penggerak PKK untuk mengurangi angka kebutaan di Jawa Timur dengan membantu pengobatan penderita katarak. Dengan upaya itu, ia menargetkan, Jatim bisa bebas katarak pada tahun 2023.

“Dari HKG PKK ini saya minta mereka ikut menyisir katarak. Harapannya, angka kebutaan Jatim yang masih lebih tinggi dari angka kebutaan nasional bisa kita habiskan di tahun 2023. Sehingga kita bebas katarak di tahun 2023,” ujar gubernur.

Khusus terkait BBRGM, mantan Mensos RI ini juga menyampaikan, bahwa nilai kegotong royongan dan kerelawanan sebetulnya sudah menyatu dalam PKK. Gotong royong yang menjadi asas pembangunan negeri ini juga harus dijunjung tinggi.

‘’Dua even ini, yaitu, BBGRM dan HKG PKK bertemu dimana ada kegotong-royongan, dimana ada kerelawanan, dimana ada kesatuan seluruh elemen masyarakat itulah PKK,” kata Khofifah.

Ketua TP PKK Prov Jatim, Arumi Emil Dardak saat membuka Pameran BBGRM XVI dan HKG PKK ke-47 di Alun-alun Situbondo, Sabtu (19/10/2019)

Sebelumnya, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin membuka pameran yang digelar dalam rangka menyemarakkan peringatan BBGRM Ke-16 dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-47 tahun 2019. Pameran yang menampilkan produk uggulan dari masing-masing daerah ini digelar selama dua hari yang dipusatkan di Alun-alun Kabupaten Situbondo.

“Sebagai tim penggerak PKK haruslah menimbulkan gelora, yakni membawa semangat dan energi baru setiap gerak langka kita. Tim penggerak PKK sebagai mitra pemerintah harus bisa menjadi pelopor dan inspiratif bagi masyarakat,” kata istri Wagub Jatim, Emil E. Dardak ini, Sabtu (19/10).

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Prov. Jatim, Moh Yasin menambahkan, digelarnya pameran BBGRM dan HKG PKK ini juga merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-74 yang ditempatkan di Situbondo.

Lantaran itu, pembukaan kegiatan ini uga dihadiri para kepala daerah di Jatim, serta Ketua Tim Penggerak PKK kabupaten/kota se-Jatim. “Kalau jumlah peserta pamerannya sekitar 110 stan. Mereka merupakan utusan dari masing-masing kabupaten/kota se-Jatim, “ tambahnya. (*)