Buka Jambore BUM Desa, Khofifah Harapkan Perekonomian di Desa Meningkat

232
Gubernur Khofifah (tengah) didampingi Kadis DPMD Jatim Moch Yasin (kanan) dan Plt. Bupati Malang Muhammad Sanusi (kiri) saat meresmikan Klinik BUM Desa, di Desa Sanankerto, Kec. Turen, Kab. Malang, Sabtu 4/5).

Kemiskinan masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi Provinsi Jawa Timur. Untuk itu segenap pihak melakukan berbagai upaya agar persoalan itu bisa teratasi, salah satunya dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi di pedesaan melalui program Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa).

Itu disampaikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ketika membuka Jambore dan Launching Klinik BUM Desa di Lokasi Wisata Boon Pring Andeman, BUM Desa Kerto Raharjo, Desa Sanankerto, Kec. Turen, Kab. Malang, Sabtu (4/5).

Mantan Menteri Sosial RI itu berharap, peranan BUM Desa berimbas pada pengembangan potensi di kawasan pedesaan. Sehingga upaya tersebut nantinya bisa membantu menekan angka kemiskinan.

“Penguatan sentra-sentra pertumbuhan ekonomi baru bisa dilakukan oleh desa-desa melalui BUM Desa. Didukung dengan dana desa serta inovasi dan kreativitas masyarakat yang semakin besar,” kata gubernur perempuan pertama Jatim tersebut.

Maka perhelatan Jambore BUM Desa se-Jawa Timur dipandang sesuai. Sebab, kegiatan itu mampu menjadi  wadah bertemunya BUM Desa untuk dapat bertukar pengalaman serta mempromosikan produk unggulan masing-masing. Melalui forum tersebut pula diharapkan BUM Desa di Jatim  semakin tumbuh dan berdampak pada peningkatan  kesejahteraan masyarakat desa.

“Jambore ini bisa dijadikan salah satu format bagaimana membangun ekonomi dari desa dan mendukung pertumbuhan ekonomi produktif, dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki desa tersebut,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Khofifah mengapresiasi kiprah Wisata Boon Pring yang mampu menjadi inspirasi daerah lain. Sebelumnya, ia juga menyebut kawasan desa wisata lainnya di Kab. Malang, Desa Wisata Pujon Kidul yang juga memiliki kiprah membanggakan. Untuk itu, ia meminta segenap lapisan masyarakat agar membantu publikasi di media sosial.

“Teman-teman bisa ikut membangun komunikasi dan memviralkan melalui media sosial. Sehingga yang datang bukan hanya wisatawan, tapi juga peneliti yang bisa melihat dan meneliti spesies yang ada di sini. Ini akan menjadi kekuatan masyarakat disini,” terangnya.

Gubernur Khofifah menyapa masyarakat di kawasan Wisata Boon Pring Andeman, Kab. Malang.

Berdasarkan catatan Khofifah, dari total 7.724 desa di Jatim, saat ini terdapat 5.432 unit BUM Desa. Sebanyak 413 sudah berkembang dan maju, sedangkan sisanya masih membutuhkan pendampingan. Nantinya, salah satu upaya pendampingan akan dilakukan melalui klinik BUM Desa. Dengan maksud, bisa memfasilitasi pemetaan potensi dan jenis usaha BUM Desa, peningkatan kapasitas dan kewirausahaan BUM Desa, serta penguatan jejaring pemasaran.

“Ke depan, saya harap ada strong partnership dan kolaborasi antara dunia usaha dan industri, perbankan, perguruan tinggi, serta bersama masyarakat dan pemerintah untuk mendukung  tumbuhnya BUM Desa termasuk juga melakukan pendampingan.” katanya.

Seperti diketahui, pada acara jambore tersebut Khofifah melaunching klinik BUM Desa, yang bertujuan memberi ruang akselerasi BUM Desa. Hal itu, agar BUM Desa lekas tumbuh, berkembang, maju dan mandiri.

Ia juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang BUM Desa Terbaik Provinsi Jatim tahun 2019, di antaranya BUM Desa Kujati Perdana Kab. Pasuruan (Juara I), BUM Desa Mitra Sejati Kab. Trenggalek (Juara 2), serta BUM Desa Tawangsari Kab. Malang (Juara 3). Setelahnya, ia meresmikan pembukaan pasar tradisional BUM Desa Kerto Raharjo serta meninjau standstand dalam Pameran Gelar Produk BUM Desa. (rid, hms)