Buka Pameran Batik 2019, Wagub Emil Dorong Dekranasda Jatim Lebih Produktif

45
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan Ketua Dekranasda Jatim, Arumi Emil Dardak buka pameran batik bordir dan aksesoris di Grand City, Rabu 10 April 2019. Foto : hms jatim for derapdesa.id.

Kerajinan batik bordir dan aksesoris berperan besar dalam mengembangkan perekonomian di Jatim. Selama ini, kiprahnya tergolong konsisten dalam membantu perekonomian masyarakat, termasuk dari terpaan krisis.

Itulah yang disampaikan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak ketika membuka Pameran Batik Bordir dan Aksesoris Fair 2019 di Grand City, Surabaya, Rabu, 10 April 2019. Menurut Emil, peranan industri kreatif tersebut memberi dampak signifikan dalam memberdayakan masyarakat, terutama kalangan perempuan.

“Industri kreatif lewat batik bordir dan aksesoris yang didominasi sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim terbukti mampu bertahan dari terjangan krisis ekonomi,” kata Mantan Bupati Trenggalek itu.

Sehingga ke depan pihaknya bersama Pemprov Jatim, akan bekerja sama dalam membantu peningkatan usaha tersebut.  Agar ke depan kalangan perempuan dan ibu-ibu bisa menjadi pilar penyangga ekonomi dalam rumah tangga.

“Ibu-ibu menjadi salah satu tumpuan ekonomi keluarga. Maka, Pemprov Jatim akan terus mendorong dan bermitra dengan Dekranasda Prov. Jatim agar lebih produktif,” tambahnya.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jatim, Arumi Emil Dardak mengungkapkan alasan dipilihnya tema “Batik Sogan Terakota Jawa Timur” dalam pagelaran kali ini. Menurutnya, hal itu tidak lepas dari upaya mengenalkan warna Batik Sogan Jatim yang terinspirasi dari warna bata Kerajaan Majapahit.

Sejatinya batik tersebut adalah jenis batik bernuansa klasik dengan warna dominan variasi warna coklat. Dan batik di Jatim sendiri memiliki motif masing-masing yang menyesuaikan filosofi dengan karakteristik daerah di 38 kabupaten/ kota. Hal itu pula yang menjadi cerminan budaya masyarakat serta kondisi lingkungan daerah tersebut.

Ketua Dekranasda Jatim Arumi Emil Dardak beserta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim Drajat Irawan saat mengunjungi salah satu stand dalam pameran di Grand City, Rabu 10 April 2019. Foto : ahmad farid/derapdesa.id

Arumi menambahkan jumlah industri batik di Jatim tergolong tinggi. Ia merujuk pada data tahun 2018 yang menyebut jumlah industri batik di Jatim mencapai 9.824 industri kecil dan menengah (IKM) dan mampu menyerap 29.571 tenaga kerja.

“Kita patut berbangga bahwa Jatim kaya akan motif, warna tanpa terikat oleh pakem-pakem motif yang ada,” ujarnya.

Untuk itu, melalui Dekranasda ia berupaya mengantarkan industri kreatif tersebut di level mancanegara. Caranya dengan memfasilitasi para pengrajin dan pelaku usaha untuk mematenkan karyanya.

“Dekranasda bersama Pemprov Jatim akan memberikan fasilitas bagi para perajin, di antaranya melalui fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), barcode, desain kemasan, fasilitasi batik mark serta pameran dalam dan luar negeri,” pungkasnya. (dd-07)