Buka Puasa Bersama Forkopimda, Khofifah Ajak Masyarakat Tebarkan Kasih Sayang

117
Gubernur Jatim Buka Puasa Bersama Forkopimda di Gedung Negara Grahadi Surabaya

Usai berbuka puasa bersama ASN Setdaprov Jatim, keesokan harinya, Rabu (8/5), Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menggelar acara yang sama. Namun, kali ini ia berbuka dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat (tomas) dan tokoh agama (toga) se Jatim di gedung negara Grahadi Surabaya.

Turut hadir pada kesempatan itu Pangdam V/Brawijaya, Kapolda Jatim, Kajati, Wakil Ketua DPRD Prov. Jatim, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak beserta istri, Sekdaprov Jatim, serta para kepala OPD di jajaran Pemprov Jatim. Sebelum berbuka puasa bersama, gubernur perempuan pertama di Jatim itu membagikan bingkisan kepada 100 yatim piatu dari Surabaya dan sekitarnya.

Dalam acara tersebut, Khofifah mengatakan, bagi dia silaturahmi bersama dengan Forkopimda, tomas, dan toga adalah sangat penting. Sesibuk apapun kegiatannya, ia akan tetap meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dengan Forkopimda. Kecuali itu, ia juga mengajak masyarakat untuk selalu menebarkan kasih sayang di bumi Indonesia, khususnya di Jatim.

“Bila Allah menebarkan kasih sayang dari atas, maka marilah kita tebarkan juga kasih sayang di antara kita agar tersemai damai, dan cinta kasih di bumi Indonesia, khususnya bumi Jatim,” ujar Gubernur Khofifah

Acara tersebut juga dirangkai dengan pemberian tausiyah oleh KH Dr Imam Mawardi. Dalam ceramahnya, ia menyampaikan bahwa manusia adalah ciptaan Allah yang penuh kasih sayang. Sehingga, manusia bisa bertahan di bumi dalam jangka waktu lama. Dia mengatakan, manusia bisa berkolaborasi dengan banyak manusia,  mampu bekerjasama walau dalam perbedaan, sehingga mereka bisa berbahagia di muka bumi ini. Tanpa kasih dan cinta, manusia akan musnah lanjutnya.

Ia mencontohkan, kalau orang yang menyendiri dan jarang berkumpul dengan orang kebanyakan tidak berumur panjang. Oleh karena itu dirinya menganjurkan agar mereka selalu bersilaturahim dengan sesama, walaupun dalam perbedaan. “Terpenting kita harus menghargai sesama, satu dalam negara Indonesia, satu Bhinneka Tunggal Ika,” pintanya.

Pengasuh pondok pesantren Alif Lam Mim itu mengharapkan agar manusia di muka bumi menghidupkan kembali cinta diantara sesama. Sehingga semua orang di dalam tubuhnya tumbuh rasa cinta diantara sesama, yang pada akhirnya akan membawa Jatim menjadi provinsi yang penuh cinta. Sebelum mengakhiri tausiahnya, Imam Mawardi berpesan agar semua yang hadir menempatkan Allah SWT di dalam hati agar hidupnya menjadi damai. Dia juga mengajak untuk senantiasa mencintai Nabi Muhammad SAW. Karena beliau penuh kemanusiaan, sehingga apabila mencintainya, dunia akan menjadi damai.

“Yang terakhir, ayo kita mendekatkan anak-anak dan keluarga kita dengan Alquran, karena dengan demikian kita akan menjadi orang yang sukses, selamat dunia dan akhirat,” pungkasnya. (uul, hms)