Cerita Perubahan Posyandu Emo-Demo Tingkat Kota Surabaya Telah Dipilih

687

Setelah sekitar setahun pelaksanaan program Emo-Demo di Surabaya, GAIN melakukan evaluasi program tersebut. Metode evaluasi yang dilakukan adalah melalui MSC (Most Significant Change) Story (cerita perubahan paling bermakna).

“Tujuannya adalah untuk menangkap kisah nyata adakah perubahan signifikan sebelum dan sesudah Emo-Demo dari perspektif orang yang bersangkutan,” ujar Drs Jalil MSi, District Coordinator GAIN Kota Surabaya.

Dia juga menjelaskan, pemilihan media cerita sebagai metode evaluasi karena lebih mudah diingat secara alami dan lebih partisipatif karena ada komunikasi dua arah, baik sebagai partisipan maupun pemanfaat program.

Di Kota Pahlawan, GAIN bekerja sama dengan TP PKK memfasilitasi program Emo-Demo di 17 kecamatan. Dari jumlah tersebut, terdapat 29 kisah perubahan yang berasal dari masyarakat sebagai penerima program, kader, dan stake holder. Dari 29 kisah yang terkumpul, diseleksi tim inti hingga menyisakan enam kisah.

Enam kisah tersebut diseleksi tim panel kabupaten. Tim panel kabupaten di tingkat Kota Surabaya terdiri dari beberapa unsur. Antara lain, Dinas Kesehatan Kota Surabaya, TP PKK Kota Surabaya, Akademi Gizi Surabaya, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), Unair, Stikes, Poltekkes, Aisyiyah, Fatayat, DP5A Kota Surabaya, ketua empat Puskesmas di Surabaya, dan perwakilan media yang diwakili Majalah Puspa (grup Derap Desa). Sedangkan seleksi MSC yang oleh tim panel kabupaten dilaksanakan di aula panti TP PKK Kota Surabaya, Jalan Tambaksari nomor 11, Surabaya, Senin (14/1).

Setelah melalui proses penilaian yang cukup panjang, tim panel memilih dua kisah paling menarik yang kemudian dikompetisikan di tingkat provinsi. Kisah pertama tentang Nia, ibu muda berusia 25 tahun yang melawan tradisi demi memberikan ASI untuk anaknya. Sedangkan kisah kedua adalah tentang kegigihan Ketua TP PKK Kota Surabaya dalam mengadakan pelatihan program Emo-Demo di luar wilayah intervensi GAIN.

Dua kisah ini nantinya dikirim ke provinsi dan dilombakan dengan kisah-kisah dari kabupaten lain. Selain di Surabaya, program Emo-Demo dilaksanakan di empat daerah lain. Yakni, Bondowoso, Jember, Trenggalek, dan Probolinggo.

Dilaksanakan di Semua Kecamatan

Di Surabaya, GAIN memfasilitasi program Emo-Demo di 17 kecamatan dari 31 kecamatan yang ada di Surabaya. Karena manfaatnya yang besar, Ketua TP PKK Kota Surabaya, Siti Nuriyah Zam Zam Sigit Sugiharsono berinisiatif melaksanakan program ini di 14 kecamatan lain yang tidak diintervensi GAIN. Sedangkan pembiayaannya berasal dari biaya swadaya Dinas Kesehatan dan TP PKK Kota Surabaya.

Para kader yang berasal dari 14 kecamatan ini diberi pelatihan oleh MoT (Master of Trainee). Para kader yang mengikuti pelatihan itulah yang meneruskan materi Emo-Demo ke kader Posyandu di wilayah masing-masing. sementara properti dan alat pelatihan dikerjakan seluruh MoT PKK secara bergotong royong dengan membuat sendiri dari bahan sederhana.

Sebagai apresiasi, Rabu (16/1), GAIN pusat di Swiss akan melakukan kunjungan ke Posyandu Emo-Demo di wilayah yang tidak diintervensi GAIN. Yakni, di Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto.

Kunjungan ini merupakan kunjungan GAIN pusat yang kedua di Kota Surabaya. Sebelumnya, pada 9 November 2018, perwakilan GAIN melakukan kunjungan ke dua Posyandu Emo-Demo, yakni di wilayah Kelurahan Balongsari, Kec Tandes, dan Kelurahan Sememi Kec Benowo. (via)