Demi Tingkatkan Disiplin Kinerja, Desa Blongko Terapkan Presensi Elektronik

129

Kemajuan teknologi dan jejaring internet tak membedakan letak. Meski berada di lereng sebuah gunung pun, masyarakat mampu menikmatinya. Seperti Desa Blongko, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, yang letaknya di lereng Gunung Wilis.

Guna melayani warga serta menjalankan pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat adalah menjadi tugas kepala desa (Kades) dan perangkatnya. Tugas tersebut membutuhkan kedisiplinan Kades maupun perangkat desa.

Setiap aparatur desa diharuskan memiliki disiplin kerja yang tercermin dari kehadirannya di kantor desa. Dengan kehadiran kerja yang tertib, maka kinerja atau hasil kerja akan lebih mudah tercapai. Itulah pemikiran yang melatarbelakangi Gunawan, Kades Blongko, dalam menerapkan presensi elektronik bagi dirinya dan seluruh perangkatnya.

“Sejak Januari 2020 kami menerapkan presensi elektronik dan setiap Senin kami melaksanakan apel pagi. Ya semua itu demi kedisiplinan kerja,” ujar Kades Gunawan saat berbincang via telepon dengan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk (11/03).

Baca Juga  Rangkaian HPN 2020, PWI Jatim Gelar Donor Darah

Teknisnya, Kades dan perangkat desa melakukan presensi dengan alat fingerprint setiap pagi dan sore. Alat akan merekam kehadiran kerja dan dapat dicetak daftar hadir kerja Kades dan perangkat desa setiap bulan.

“Presensi elektronik dengan fingerprint di Desa Blongko termasuk yang pertama diberlakukan di Kecamatan Ngetos,” kata Gunawan. Perubahan pola presensi ini, diakuinya awalnya menimbulkan rasa kaget perangkat desa. Namun dengan komunikasi yang baik dan terus menerus memberi pemahaman, baik formal maupun informal. Perangkat desa mampu menerapkan pola ini. “Sedikit demi sedikit pola pikir perangkat desa bisa berubah,” imbuh Kades.

“Apalagi respon masyarakat dan BPD mendukung inovasi ini,” kata Kades Gunawan. Masyarakat mendukung karena pelayanan menjadi tepat waktu. Sedangkan BPD berharap Pemerintah Desa Blongko konsisten menerapkan inovasi presensi elektronik.

Kades Blongko mengatakan, awalnya menemui kendala dalam menerapkan presensi elektronik. “Terutama terkait koneksi jaringan internet yang belum merata bisa di setiap wilayah Desa Blongko”, ujarnya. Kondisi geografi Desa Blongko di wilayah perbukitan/gunung sehingga akses telekomunikasi dan internet sangat terbatas.

Baca Juga  Gaet 8Villages, Gubernur Jawa Tengah Luncurkan Aplikasi Pertanian RegoPantes

Padahal internet dan telekomunikasi sangat dibutuhkan masyarakat dan pemerintah desa. “Mohon ada dukungan sarpras dan koneksi jaringan untuk mengatasi kendala seperti ini,” harapnya.

Kades Gunawan sangat yakin presensi elektronik akan meningkatkan disiplin dan hasil kerja perangkat desa. Dengan begitu, kepercayaan masyarakat akan semakin tinggi kepada Pemerintah Desa Blongko. (*)