Dengan Dana Desa, Moropelang Latih PKK, Olah Limbah Jadi Kerajinan

198

Di berbagai tempat, limbah memang kerap menjadi masalah. Berbagai komunitas pun mencari solusi untuk menangani, bahkan memanfaatkannya. Demikian pula yang dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Moropelang Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Di desa itu, limbah kertas mulai diolah menjadi kerajinan.

Upaya itu setidaknya ditunjukkan dengan gelar Pelatihan Keterampilan Olah Limbah Kertas yang diselenggarakan Pemdes setempat. Pelatihan yang melibatkan kader-kader PKK itu dilaksanakan selama tiga hari dengan menghadirkan pengrajin Totok Martino sebagai pelatih.

Pelatihan dengan memanfaatkan dana desa ini dimaksudkan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat, utamanya pemberdayaan ekonomi kaum perempuan melalui kader-kader PKK.

Kasi Tata Pemerintahan Kecamatan Babat, Husnul Yaqin saat membuka acara pelatihan, Rabu (12/12), turut mengapresiasi inisiatif yang digagas Pemdes Moropelang.

Menurutnya, upaya memanfaatkan limbah kertas menjadi kerajinan ini merupakan bentuk kreativitas yang mampu memberikan solusi atas persoalan sampah selama ini.

“Saya kira ini merupakan kegiatan yang positif. Selain bisa mengurangi masalah sampah, dampak ke depannya juga akan meningkatkan pendapatan warga,” ujarnya.

Muhammad Idris, ketua panitia kegiatan itu menambahkan, upaya yang dilakukan Pemdes Moropelang dalam memberdayakan keterampilan masyarakat sesungguhnya sudah berlangsung dalam tiga tahun terakhir.

Beberapa pelatihan yang pernah digelar di antaranya adalah, pelatihan kerajinan dari bungkus kopi, pelatihan menjahit dan pelatihan sablon. “Pelaksanaannya menggunakan dana desa tahun ini, mas,” ujarnya (yus)