Didukung Website dan Karyawan yang Produktif

199

Setelah mengawali pemasaran dengan teknis dari mulut ke mulut, pria yang memusatkan produksi kerajianannya di Jalan Kali Glagah No. 48 Tanjungsari Kota Blitar itu, mengembangkan teknis pemasaran melalu website. Teknis ini membuat Coco Art kian dikenal.

Teknis itu ia pakai sejak Tahun 2011 lalu. Ia memasarkan karya-karyanya secara online melalui website ‘kerajinanbatok.com’. Dan terbukti, setelah kurang lebih satu tahun dijalankan, cara itu mampu menghasilkan omzet rata-rata Rp 15 juta per bulan. Jadi, jika digabungkan total omzetnya bisa mencapai Rp 20 juta lebih.

Bertambahnya pesanan itu, mengharuskan Ismarofi memperkerjakan karyawan. Ia mengambil karyawan dari pemuda atau ibu-ibu di lingkungannya sendiri. “Tambah besar ya pastinya tambah tenaga. Makin banyak pengangguran yang terserap juga”, tuturnya kepada Derap Desa.

Ia pun merasa cukup bersyukur. Karena, dari usahanya itu ia berhasil membantu memberdayakan masyarakat sekitar. “Rasanya senang bisa memberdayakan pemuda dan ibu-ibu produktif. Mereka bisa menunjang keberlangsungan Coco Art,” pungkasnya. (fan)

Baca Juga  Kuwolu Bisa Jadi 'Role Model' Pemutusan Rantai Penyebaran Covid-19

 

Data Usaha

Nama               : Coco Art (Kerajinan Batok)

Pemilik            : Ismarofi

Alamat            : Jalan Kali Glagah No. 48 Tanjungsari Kota Blitar