Diklat PIM, Emil Ajak Dorong Ekonomi dengan Inovasi

281
Wagub Jatim Emil E Dardak berikan materi ceramah tematik Isu Strategis "Kepemimpinan Kewirausahaan" pada peserta diklat PIM. Foto-foto: Humas Pemprov Jatim for derapdesa.id

WAKIL Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menjadi pembicara dalam agenda Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklat PIM) Nasional tingkat II angkatan V di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Prov. Jatim, Jl. Balongsari Tama, Surabaya (1/4).

Agenda yang diikuti sekitar 60 peserta itu berasal dari Satuan Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di lingkup pemerintah pusat/provinsi/kabupaten/kota di Indonesia. Dalam kesempatan itu, Emil mengajak untuk memajukan pemerintahan lewat inovatif, digital minded, dan enterpreneurship atau disingkat IDE.

Selain itu, ia juga mengajak untuk mampu mendorong kemajuan ekonomi dengan inovasi. Hal itu, kata dia, penting diterapkan untuk menjawab tantangan adanya revolusi industri 4.0 dan kemajuan dunia teknologi. “Termasuk pemikiran kritis juga perlu diterapkan sehingga program pembangunan bisa dioptimalkan,” ujarnya.

Ia menyampaikan, sebagai aparat pemerintah sudah semestinya memiliki mindset ‘dunia akan terus digerakkan dengan inovasi’. Karena itulah, aparat pemerintah harus bisa beradaptasi dengan perkembangan tersebut.

Baca Juga  Sinergitas Fraksi Partai Demokrat DPR RI Bersama DPC Partai Demokrat Kabupaten Ponorogo Halau Corona
Kehadiran Wagub Emil di BPSDM Jatim disambut para peserta

Di sisi digital minded pun demikian. Para birokrat diharapkan mampu mendigitalkan proses-proses yang ada. Hal itu, lanjut dia, akan semakin mempermudah dan mengefisienkan pekerjaan. Contohnya, penerapan smart city yang bisa diaplikasikan pada truk sampah sehingga agar lebih efektif.

“Keberadaan revolusi industri 4.0 tidak akan mengancam, namun justru peluang baik bagi kita untuk bisa mengoptimalkan peluang yang ada. Khususnya di sisi pemerintahan,” tegasnya meyakinkan.

Menurutnya, peluang pengembangan pemerintahan melalui konektifitas tidak  terbatas antar daerah maupun antar negara. Ini tentu akan menciptakan banyak peluang kerjasama di berbagai bidang. Selain itu, adanya gap antar generasi, khususnya generasi X, Y dan milenial perlu dimanfaatkan untuk kolaborasi.

Pasalnya, para ASN harus terus membuka jejaring untuk memperluas kerjasama dan kolaborasi dengan start up yang tumbuh di Indonesia. “Manfaatkan kolaborasi antar gap ini untuk berkolaborasi menghasilkan inovasi, baik di lingkungan pemerintahan dan eksternal,” pesannya.

Baca Juga  Hadiri Pelantikan IPM, Emil Ingatkan Pentingnya Investasi Diri
Foto bersama dengan peserta

Ia juga berharap, mulai hari ini, proses digitalisasi harus terus diadopsi dalam setiap proses kinerja di lingkungan birokrasi. Pemimpin yang baik, imbuh dia, tak harus menguasai banyak hal, namun bisa memberikan pernyataan yang tepat pada setiap stafnya.

“Semoga semua peserta Diklat PIM kali ini bisa mendapatkan hasil yang terbaik dan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di OPD nya masing-masing. So let’s start with making impact,” pungkasnya. (fan, hms)