Dimulai Sejak 2018, GAIN Resmi Akhiri Program Baduta 2.0 di Surabaya

70

SURABAYA – The Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) resmi mengakhiri program Baduta 2.0 di Surabaya. Hal ini ditandai dengan pertemuan penutupan (closing meeting) yang digelar di hotel Santika Jemursari Surabaya, Rabu (16/12/2020).

Acara yang berlangsung secara luar jaringan (luring) dan dalam jaringan (daring) ini diikuti 80 orang. Rinciannya, 27 orang mengikuti secara luring, sementara 53 orang lainnya mengikuti acara secara daring.

Acting Country Director GAIN Indonesia Agnes Mallipu mengatakan, program Baduta 2.0 atau Emo-Demo merupakan kerja sama GAIN, Kementerian Kesehatan, dan Tim Penggerak PKK.

Hingga saat ini, program yang dimulai sejak 2018 ini telah melatih 55 tenaga pelatihan Emo-Demo tingkat kota (Master of Training/MOT), 503 pelatih tingkat kelurahan (Trainer of Trainer/TOT), dan 3.232 lebih kader untuk memfasilitasi Emo-Demo di 1.616 Posyandu yang tersebar di 86 kelurahan di 17 kecamatan.

Baca Juga  Bude Karwo Lantik Ketua TP PKK Kota Mojokerto

“Kita boleh berbangga dengan hasil yang dicapai di Surabaya. Karena selama pelaksanaan Emo-Demo, ada tujuh cerita perubahan yang masuk di tingkat provinsi,” ujar Agnes.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Surabaya drg Yohana Susi menyampaikan terima kasih kepada GAIN yang telah memberikan intervensi kepada Surabaya.

Dia mengajak tenaga kesehatan, PKK, dan stake holder terkait untuk memikirkan langkah selanjutnya usai kerja sama dengan GAIN berakhir.

Apresiasi juga diberikan Kabid Kesmas Dinkes Provinsi Jatim drg Vitria Dewi kepada GAIN. Menurutnya, Surabaya tidak perlu diminta melakukan replikasi program kepada kecamatan lain yang tidak dintervensi. Karena berkat kerja keras PKK dan Dinkes Kota Surabaya, replikasi program Emo-Demo telah dilakukan di kecamatan lain yang tidak menerima intervensi.

Baca Juga  Dinas Kesehatan Kota Surabaya Siapkan Keberlanjutan Program Pasca Intervensi GAIN

District Coordinator GAIN Surabaya Drs Jalil.

District Coordinator GAIN Surabaya Drs Jalil menambahkan, dia berharap program Baduta 2.0 bisa terus berkembang di semua kelurahan di Surabaya. Menurutnya, selama ini komitmen Dinkes dan PKK Kota Surabaya sangat luar biasa dan bisa menjadi modal untuk mengembangkan program ke depan.

“Selain program Baduta 2.0 yang hari ini closing, ada tiga program lain yang masih berlangsung. Yakni, program untuk mengurangi penyusutan gizi di makanan, program gizi untuk remaja, dan Urban Nutrition yang memiliki output kebijakan Pemkot untuk peningkatan gizi,” imbuhnya.

Para pemenang cerita perubahan paling berkesan mendapat penghargaan dari GAIN. (Foto: Ulviyatun Ni’mah/derapdesa.id

Dalam acara ini GAIN memberikan penghargaan kepada pemenang cerita perubahan paling bermakna. GAIN juga memberikan plakat penghargaan kepada Dinkes dan TP PKK Kota Surabaya. (ul)