Dinkes, PKK Surabaya, dan GAIN Gelar Pelatihan Emo-Demo untuk Wilayah Non Intervensi

455

Pelatihan Emo-Demo kini tidak hanya dinikmati kader Posyandu di 17 kecamatan di Surabaya yang mendapat intervensi dari GAIN (The Global Alliance For Improved Nutrition), NGO (Non Government Organization) dari Jenewa, Swiss yang peduli pada persoalan gizi di Indonesia.

Setiap Senin hingga Rabu di bulan September 2019, Dinas Kesehatan Kota Surabaya bekerja sama dengan Pokja IV TP PKK Kota Surabaya dan GAIN menggelar pelatihan Emo-Demo untuk Posyandu non intervensi di Surabaya.

Acara yang digelar di Panti PKK Kota Surabaya, Jalan Tambaksari Nomor 11 Surabaya ini diikuti 50 orang perwakilan kader Posyandu di masing-masing kelurahan yang tidak dintervensi program Emo-Demo.

“Dari pelatihan yang sudah dilakukan selama lima kali untuk kader PKK ini diharapkan mampu menyebarkan dan melatih kader kader posyandu yang ada di kelurahan dan melaksanakannya di posyandu masing-masing,” ujar Ketua TP PKK Kota Surabaya Siti Nuriya Zam Zam Sigit.

Baca Juga  Kunjungi Surabaya, GAIN Swiss Apresiasi Pelaksanaan Emo-Demo

Selain pelatihan untuk kader Posyandu, dalam kesempatan ini juga digelar pelatihan bagi tenaga kesehatan bidan dan promkes (promosi kesehatan). Keterlibatan bidan dan promkes bertujuan agar ada kolaborasi bersama dalam meneruskan pelatihan dan pemberian informasi kepada ibu hamil, ibu atau pengasuh baduta dan balita yang hadir di Posyandu.

Setiap angkatan pelatihan dilakukan selama tiga hari berturut-turut, dimulai dengan materi dasar pengenalan Emo-Demo, demontrasi Emo-Demo dan microteaching dengan kelas-kelas kecil untuk membekali keterampilan kader berkomunikasi dengan 12 modul.

Sementara materi yang disampaikan terkait ASI Ekslusif, PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak), makanan sumber zat besi untuk ibu hamil, dan cuci tangan pakai sabun. Hingga saat ini lebih dari 350 orang telah dilatih oleh Dinas Kesehatan bekerjasama dengan TP PKK Kota Surabaya untuk wilayah non intervensi.

Baca Juga  PKK dan Dinkes Kota Surabaya Gelar Posyandu Fair 2019

“Pelatihan ini bukan hanya untuk kader saja, tetapi juga untuk tenaga kesehatan karena metode ini menarik, penuh permainan serta menyenangkan. Jadi, meski sudah didampingi oleh GAIN di 17 Kecamatan tetapi kita juga harus bisa melakukan dengan upaya sendiri dan sumber yang ada. Dari pelatihan kader ini kemarin ada kecamatan yang sudah melakukan mandiri di semua kelurahan dibantu oleh MOT (Master of Trainer) dan Training Coordinator GAIN secara sukarela,” kata Siti Nuriya Zam Zam Sigit.

Sementara itu, District Coordinator GAIN Kota Surabaya Drs Jalil MSi mengatakan, pelatihan Emo-Demo merupakan pelatihan untuk mengubah perilaku masyarakat. Hal ini selaras dengan kampanye dan komunikasi perubahan perilaku (KPP) yang merupakan pilar ke-2 dari 5 pilar penanganan stunting khususnya di 1000 HPK.

“Metode Emo Demo merupakan salah satu permainan interaktif dengan meminimalisir pemberian informasi kesehatan dengan metode penyuluhan atau pengajaran serta menciptakan momen mengejutkan atau reevaluasi dengan mengugah emosi terkait perilaku,” jelasnya.

Baca Juga  GAIN dan CPHI Selenggarakan TOT Breastfeeding Champion

Dia menerangkan, pendekatan ini berdasarkan teori Behaviour Center Design. Kegiatan ini diimplementasikan di Posyandu dan dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan mengunakan permainan sebagai sarana mengevaluasi perilaku yang belum sesuai. Misalnya, banyak ibu yang memberikan susu tambahan kepada bayinya yang belum genap 6 bulan karena merasa bayinya masih kurang minum hanya dengan ASI saja padahal dalam Emo-Demo ini dijelaskan bahwa perut anak itu kecil ASI saja cukup hal itu akan ditunjukan dengan modul Emo-Demo ASI saja cukup. (w2k)