Dinkes Surabaya, GAIN, dan CPHI Latih Tata Laksana dan Konseling Dasar Menyusui

90
Dinkes Surabaya, GAIN, dan CPHI memberikan pelatihan daring kepada tenaga kesehatan di Surabaya. (Foto: GAIN Kota Surabaya)

Dinas Kesehatan Kota Surabaya bekerja sama dengan GAIN dan CPHI (Center for Public Health Innovation) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana menggelar pelatihan tata laksana dan konseling dasar menyusui. Pelatihan ini ditujukan untuk tenaga kesehatan di 31 fasilitas kesehatan terpilih, yakni 22 Puskesmas dan 9 rumah sakit.

Pelatihan ini diikuti oleh 66 peserta, dengan rincian 62 peserta berasal dari tenaga kesehatan di 31 faskes dan 4 peserta dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Tenaga kesehatan yang menjadi peserta pada pelatihan ini adalah bidan dari ruang bersalin, ruang bersalin atau poliklinik kebidanan.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada tanggal 26 dan 27 Agustus 2020 itu bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan terkait tata kelola dan konseling dasar menyusui di fasilitas kesehatan.

Mewakili Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr Kartika Sri Rejeki MKes selaku Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat menyampaikan, langkah strategis untuk implementasi 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM) adalah pada langkah 1, yaitu adanya kebijakan tertulis dari setiap faskes yang secara rutin dikomunikasikan dengan petugasnya dan pada langkah 2, yaitu melakukan pelatihan bagi petugas dalam hal pengetahuan dan keterampilan untuk merapakan kebijakan tersebut.

Baca Juga  Quality Time untuk Keluarga (Bag. 2 - habis)

“Oleh karena itu sangatlah tepat bila GAIN dan CPHI memberikan dukungan implementasi kegiatan 10 LMKM difokuskan pada langkah 1 dan langkah 2. Untuk itu kami sampaikan ucapan terima kasih kepada GAIN dan CPHI, “ katanya.

Kartika juga berharap agar peserta bisa mengikuti pelatihan secara serius dan aktif dalam rangka meningkatkan profesionalitas tenaga kesehatan dalam tatakelola dan konseling dasar menyusui di fasilitas kesehatan.

Pelatihan daring tentang tata laksana menyusui dilaksanakan secara daring. (Foto: GAIN Kota Surabaya)

Sementara itu, District Coordinator GAIN Kota Surabaya Jalil menambahkan, 10 Langkah Menuju Kesuksesan Menyusui atau 10 LMKM adalah strategi yang diperkenalkan WHO dan UNICEF pada tahun 1989 untuk mempromosikan praktik menyusui.

Penerapan sepuluh langkah menuju keberhasilan menyusui (10 LMKM) telah diatur dalam Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 03 Tahun 2010.

“Pada pasal 4 dalam Permen tersebut disebutkan bahwa tujuan penyusunan penerapan sepuluh langkah menuju keberhasilan menyusui adalah untuk menjamin akses dan mutu pelayanan bagi ibu untuk menyusui setelah melahirkan serta menjamin bayinya mendapatkan ASI ekslusif,” terangnya.

Baca Juga  GAIN dan CPHI Bekali Enumerator untuk Monev Program 10 LMKM

Kendati telah diperkenalkan sejak lama, namun tingkat pemberian ASI eksklusif secara global masih jauh dari mencapai target minimum 50 persen pada tahun 2025. Di Indonesia, cakupan pemberian ASI eksklusif juga belum mencapai target yang diharapkan. Dalam lima tahun terakhir cakupannya telah menurun dari 38 persen pada 2013 menjadi 37,5 persen pada 2018.

“GAIN bekerja sama dengan Dinkes Kota Surabaya dan CPHI FK Udayana dengan tujuan dapat meningkatkan capaian pemberian ASI eksklusif di Surabaya,” ungkapnya. (jl)