Kiat Sukses BUMDesa Kabupaten Malang

Dongkrak Pendapatan Hingga Rp 530 Juta

83
Salah satu pilot project BUMDesa terbaik nasional di Malang. Memanfaatkan Eko Wisata Boon Pring, BUMDes ini mampu memberikan PAD yang tinggi. Foto : Ahmad Farid/derapdesa.id

KEHADIRAN BUMDesa sejak awal memang  dirancang agar mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat. BUMDesa Pujon Kidul telah membuktikannya melalui peningkatan jumlah pendapatan asli desa tahun 2018.

Pada 2018 lalu kenaikan pendapatan asli desa di Pujon Kidul memang cukup tinggi. Dari semula hanya Rp 20 juta,  meningkat menjadi Rp 30 juta, kemudian melonjak tajam hingga Rp 530 juta.

Pelibatan masyarakat juga terus dilakukan. Terhitung berbagai pemuda desa setempat turut dilibatkan dalam mengelola BUMDesa. Sedikitnya 85 orang, direkrut sebagai karyawan. Seluruhnya merupakan penduduk asli Pujon Kidul. “Pemuda pengangguran kami terserap di sana,” kata Kepala Desa Pujon Kidul, Udi Hartoko.

BUMDesa Pujon Kidul selama ini memang memiliki reputasi yang fantastis. Itu berkat lini usaha yang juga turut membantu. Di antaranya, melalui sektor air bersih, keuangan dengan menjadi agen 46 BNI, desa wisata, pengolahan sampah, parkir, dan pertaian. Serta satu lagi yang tengah dinanti, yakni toko desa.

Udi sendiri berharap, segala pencapaian yang diukir tersebut mampu menjadi inspirasi desa-desa lainnya agar tidak takut mendirikan BUMDesa. Ia beralasan, dalam pendirian BUMDesa saat ini memiliki payung hukum dan aturan yang jelas. Sehingga, keberadaan usaha tersebut, dinilai akan memiliki sumbangsih signifikan terhadap peningkatan ekonomi desa.

Hanya, ia juga mewanti, ke depan tantangan BUMDesa adalah soal keberlanjutan. Menurutnya, penting bagi segenap pihak agar memperhatikan nilai lokalitas desa, agar tidak bergeser hanya pada sisi profit semata. Juga demi menjaga agar keaslian desa tidak luntur.

“Maka perlu yang namanya pengembangan konservasi alam dan lain sebagainya, termasuk kampung budaya. Tentunya untuk menjaga nilai-nilai asli desa,” pungkasnya. (frd, dbs)