DPMD Bimtek Panitia Pilkades 2019

129
Pelaksanaan bimtek panitia Pilkades 2019

Pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) mendapatkan perhatian dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo. Terkait hal itu, mereka menggelar bimbingan teknis (bimtek) panitia Pilkades tahun 2019 di Hotel Paseban Sena, Probolinggo, 2-4 September 2019.

Sebanyak 76 peserta terdiri dari panitia pilkades di 12 desa ada 60 orang dan panitia pilkades tingkat Kabupaten Probolinggo dari unsur kecamatan sebanyak 16 orang. Hadir camat dan segenap pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo serta para narasumber utusan dari instansi pemerintah/perangkat daerah yang berwenang mengesahkan ataupun menerbitkan dokumen persyaratan Calon Kepala Desa (Cakades).

Narasumber dalam bimtek panitia pilkades 2019 ini di antaranya DPMD, Polres Probolinggo, Kejaksaaan Negeri, Pengadilan Negeri Kraksaan, Dinas Pendidikan, Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Badan Keuangan Daerah, Badan Kepegawaian Daerah serta Bagian Hukum Setda Kab Probolinggo.

Materi dalam bimtek berkenaan dengan Pedoman Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan, Pelantikan dan Pemberhentian Kepala Desa sebagaimana ketentuan Peraturan Bupati Probolinggo Nomor 28 Tahun 2019.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMD Kabupaten Probolinggo, Syamsul Huda, mengungkapkan, kegiatan ini dimaksudkan memberikan pemahaman yang sama kepada panitia pilkades tentang tata cara pemilihan kepala desa di Kabupaten Probolinggo tahun 2019.

Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Supriadi, mengatakan pemilihan kepala desa selain menjadi sarana pendidikan politik masyarakat. Juga merupakan momentum memperkuat partisipasi masyarakat dan konsolidasi demokrasi secara jujur.

“Kepala desa terpilih bukanlah tujuan akhir dari pelaksanaan Pilkades. Tetapi bagaimana menghasilkan kepala desa terpilih yang berkualitas dan sesuai dengan harapan masyarakat untuk masa 6 (enam) tahun pemerintahan desanya. Diharapkan output dari pilkades ini adalah melahirkan pemimpin terbaik demi optimalnya berbagai program dan pembangunan desa ke depan,” katanya.

Supriadi menjelaskan panitia pemilihan kepala desa mempunyai peran penting dalam pelaksanaan pemilihan. Pihaknya tentu menginginkan terlaksananya pilkades dengan sumber daya manusia panitia yang profesional dan penuh tanggung jawab dalam pelaksanaannya serta terhindar dari sengketa pasca pemungutan suara.

Pelaksanaan kegiatan bimbingan teknis pilkades ini dinilai sangat penting, agar panitia pilkades memiliki bekal yang cukup dan cakap dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan pemilihan kepala desa. “Semoga pemilihan kepala desa serentak Kabupaten Probolinggo tahun 2019 berjalan demokratis, aman, jujur dan adil serta terhindar dari kesalahan dan praktik kecurangan yang berimplikasi hukum,” katanya. (*)