Menyapa Desa Tungul, Kec. Paciran, Kab. Lamongan (Habis)

Drs H M Yasin, Kepala Desa Tunggul-Mengajar hingga Mengayomi Masyarakat

452
Yasin, Kades Tunggul menunjukkan piagam juara I lomba gotong royong. Foto-foto: Hamzah Afif Afandi/derapdesa.id

Hampir 12 tahun sudah Yasin menjalani hari-hari sebagai kepala desa. Sebentar lagi, ayah empat anak itu akan purna. Banyak kisah haru dan bahagia bersama masyarakat yang terekam dalam benaknya. Namun, selain aktivitas tersebut, ia adalah seoerang pendidik.

 

JABATAN kepala desa sebelumnya tak pernah terpikir dalam benak Yasin. Ia mengaku tak sengaja. “Dulu itu begini. Kyai Miftahul Fattah Amin menunjuk saya. Beliau bilang, prasaku kok sampean, Tunggul iki sing dadi kepala desa kok sampean (perasaan saya kok kamu. Tunggul ini yang jadi kepala desa kok kamu),” kisahnya.

Kemudian, enam bulan sebelum pencalonan, ibunya sudah membuka suara. Anaknya yang bernama Yasin besok akan menjadi kepala desa. Bahkan, masyarakat sampai diminta membuktikan ucapannya. Akhirnya Yasin pun mencalonkan diri sebagai Kades. Dan benar, ia berhasil dipercaya masyarakat.

Pria kelahiran Lamongan, 2 Maret ini menjabat sebagai Kades sejak tahun 2007. Tapi, jauh sebelum itu, ternyata ia punya sederet kiprah di Desa Tunggul. Ia menuturkan, pada tahun 1985, sambil merangkap kuliah, mengaji dan mengajar di pondok, di desa ia menjabat sebagai ketua karang taruna selama dua periode.

Setelah aktif di karang taruna, lanjut dia, ia dilibatkan dalam kepengurusan Lembaga Musyawarah Desa (LMD) selama satu periode. Tak berhenti disitu, setelah membatu di internal LMD, ia dipercaya untuk menahkodai Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai ketua selama dua periode.

Yasin menunjukkan puluhan piala yang berhasil diraih dalam berbagai ajang lomba.

Ngajar lalu Ngantor

Meski banyak berkiprah di desa, sampai sekarang, suami Dra Nurul Hidayah itu tetap aktif mengajar. “Saya tiap hari, pagi jam 07.00 WIB sampai jam 08.20 WIB itu mengajar materi PKn (Pendidikan Kwarganegaraan) di sekolah. Dulu sempat ngajar ekonomi juga. Terus, sejak tahun 1998 sampai 2015 merangkap jadi kepala sekolah di SMP Al Amin Paciran,” terangnya.

Seringnya berkecimpung di dunia masyarakat memudahkan dirinya dalam memimpin. Di periode pertama, Yasin fokus menyatukan warga dan membuka beberapa akses jalan dengan swadaya masyarakat. Dan di periode kedua, ia fokus infrastruktur dengan pembenahan sekaligus perbaikan jalan menggunakan dana desa.

Ia mengatakan, dulu di Desa Tunggul ada iuran warga setiap tahun Rp 15 ribu yang diberikan untuk Kades dan perangkat. Karena dirasa kurang pantas, akhirnya Yasin menghapus kebiasaan itu serta menggantinya dengan solusi lain agar tetap ada pemasukan pada kas desa.

Ia meminta bantuan untuk bisa membangun Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) di titik wilayahnya yang airnya asin. Masyarakat pun terbantu untuk mendapatkan air bersih dan layak konsumsi, terutama saat musim kemarau. Masyarakat desa yang tergabung membayar Rp 3,5 ribu per meter kubik.

Salah satu HIPPAM di Dusun Genting, Desa Tunggul.

Haru Karena Tukang Becak

Di sisi lain, ada kisah haru yang tak terlupakan dalam benak Yasin. Saat melaksanakan tasyakuran usai pelantikan, ada salah satu warganya yang terbilang kurang mampu, berprofesi sebagai tukang becak menyumbang satu ekor kambing untuk Yasin. Kata dia, warganya itu sudah berjanji, jika Yasin jadi Kades akan menyumbang kambing.

Sikap loyalitas warganya itu membuat Yasin haru. Ia sampai berbegas ke sawah dan menangis haru. Tak hanya itu saja, selama ini, kemurahan hati masyarakat Desa Tunggul banyak ia rasakan selama menjabat. Saat kerja bakti, saat karnafal, atau aktivitas desa lainnya.

Masa kepempinan alumni Universitas Bojonegoro ini tinggal menghitung bulan. Masih banyak harapan yang ingin ia wujudkan. Diantaranya; renovasi balai desa, membuat surat pernyataan untuk warganya yang hibah tanah dan mewujudkan program ‘desa ku pintar’.

“Kalau disuruh ikut lomba saya tidak mau. Saya jawab, kalau balai desa ku sampean (Pemkab Lamongan) renovasi saya mau. Kalau tidak saya tidak mau. Masyarakat saya tidak perlu dinilai orang, yang penting masyarakat menilai kinerja kita (Pemdes) bagus,” pungkasnya. (fan)

 baca juga:

Lekatnya Semangat Gotong Royong

Jaga Kultur dengan Simpul

Mangrove Lestari, Dampaknya Ekonomi

 

Data Diri

Nama               : Drs H M Yasin

TTL                 : Lamongan, 2 Maret 1963

Istri                  : Dra Nurul Hidayah

Anak               :

  • Hanik Faridah SPd
  • Zainiyah Al Firdaus
  • Rofiqotu Najahi
  • Izzati Al Maknunah

Pendidikan      : S1 Administrasi Negara FISIP Universitas Bojonegoro