Dukung Warga Mojokerto, Aksi Kamisan Depan Istana Sore ini Serukan ‘Stop Aktivitas Tambang’

250

Aksi jalan kaki tiga warga Desa Lebakjabung, Kec. Jatirejo, Kab. Mojokerto menuju Jakarta menuai banyak dukungan. Mulai pernyataan dukungan dalam bentuk tertulis hingga dukungan dalam bentuk aksi.

Jika sebelumnya mereka mendapat dukungan secara tertulis dari berbagai instansi dan komunitas di wilayah Mojokerto, hari ini (6/2), mereka mendapat dukungan dari berbagai aktivis yang tergabung dalam Aksi Kamisan di depan Istana Negara Jakarta Pusat.

Aksi Kamisan yang digelar sore ini, salah satunya juga sebagai bentuk dukungan kepada Ahmad Yani, Sugiantoro dan Heru Prasetyo, tiga warga Desa Lebakjabung yang memperjuangkan kondisi lingkungan yang terjadi di desanya. Selain itu, Aksi Kamisan yang dimulai pukul 16.00 WIB itu juga dalam rangka memperingati 31 tahun ‘Tragedi Talangsari, Lampung’.

“Tiga warga Mojokerto yang melakukan aksi jalan kaki dari Mojokerto ke Jakarta sedang menuju istana. Saat ini posisi lagi di Jalan Jendral sudirman dan akan menuju Istana Negara di kawasan Monas,” Kata Seny Sebastian, salah satu kordinator aksi dari Simpul Perlawanan Jatam.

Baca Juga  Pemenang Lomba PKK-KB-Kesehatan Jatim 2017 Sudah Ditetapkan. Siapa Saja?

Aksi Kamisan sore ini dilakukan bersama para aktivis yang tergabung dalam koalisi nasional. Diantaranya; Walhi Nasional, Walhi Jatim, YLBHI (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia), KruHA (Koalisi Rakyat untuk Hak Atas Air dan Fort Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam.

Ketiga warga Mojokerto pun ikut bergabung. Mereka mengenakan banner bertuliskan ‘Tolak Tambang di Sungai Woro Mojokerto’ dan ‘Jangan Jadikan Kami Salim Kancil yang ke-2 di Jawa Timur’.

Protes itu dilakukan karena penjarahan yang dilakukan dianggap merusak lingkungan sungai, mematikan ekonomi pertanian dan wisata sungai hingga mengancam situs sejarah Majapahit. Bahkan, perjuangan mereka juga sempat memperoleh intimidasi.

Kepada Derap Desa, Seny menyampaikan, mereka bersama-sama bersolidaritas untuk warga yang menolak tambang dan memilih ekonomi tanding untuk lingkungan hidup. Mereka mengajak bersolidaritas dan mendukung perjuangan warga Mojokerto. Ia ingin ada keadilan untuk mereka yang menolak tambang di sungai juga mereka yang peduli terhadap ekologi.

Baca Juga  Drs H M Yasin, Kepala Desa Tunggul-Mengajar hingga Mengayomi Masyarakat

“Kita akan bertemu pemerintah di istana. Harapannya Jokowi untuk mengantarkan surat. Apa yang di perjuangkan warga, mulai dari stop aktivitas tambang di sungai ini akan segera dipenuhi,” pungkasnya. (fan)