Eddy Apresiasi Dua Telecenter di Blitar

76
Kadis Kominfo Jatim mengunjungi dua telecenter di Kabupaten dan Kota Blitar.

Dua telecenter yang masih bertahan di Kabupaten dan Kota Blitar mendapat apresiasi dan dikunjungi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Timur, Eddy Santoso.

Salah satu tujuannya melihat sejauh mana telecenter tersebut berdiri secara mandiri, karena sudah tidak dibiayai secara operasional oleh Diskominfo Jatim namun tetap aktif, bahkan terus berkembang. Pihaknya sangat apresiatif dengan telecenter di Blitar itu.

“Dengan melihat keaktifan pengelola dalam mempertahankan keberadaan telecenter patut diapresiasi. Mengingat saat ini sudah tidak sulit lagi masyarakat mendapatkan akses internet,” ujarnya saat berkunjung ke Telecenter Kelampok Kota Blitar (23/12).

Tugas utama telecenter yakni berkontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat di beragam bidang, baik secara ekonomi maupun pendidikan. Saat ini upaya pemberdayaan itu mulai berkurang karena mudahnya masyarakat dalam mengakses internet dan kepemilikan smartphone.

Pengelola Telecenter Kelampok Kota Blitar, Rama, mengatakan upaya pemberdayaan masyarakat bidang ekonomi sebagai tugas utama telecenter memang sudah mulai berkurang. Karena itu diperlukan kreativitas pengelola agar tetap bisa berkontribusi pada masyarakat.

Upaya-upaya yang sudah dilakukan Telecenter Kelampok Kota Blitar antara lain memberikan pendampingan masyarakat dalam membuat toko online, mendidik anak-anak yang rajin menggunakan internet dengan membuat volks positif, hingga membuka jasa desain dan print.

“Dengan cara seperti ini telecenter yang kami kelola tetap bisa berdiri, meskipun tidak seramai dulu,” kata Rama. Dia berharap, ke depan telecenter Kelampok masih tetap berdiri dengan inovasi yang lebih menarik agar masyarakat bisa memanfaatkannya.

Hal senada dikatakan Pengelola Telecenter Minggiran Kabupaten Blitar, Muhammad Makinuddin. Menurutnya, agar tetap bertahan, diperlukan kreativitas pengelola telecenter. Harus ada sinergi yang kuat antara pengelola, anggota karang taruna, dan masyarakat setempat.

Saat ini, Telecenter Minggiran sudah mempunyai website sendiri. Bahkan punya media publikasi berupa buletin dan rencananya akan diwujudkan majalah. Telecenter Minggiran banyak dimanfaatkan oleh anak sekolah dan guru yang ingin belajar membuat desain produk dan website.

“Kami mendampingi dengan memperlihatkan beragam desain yang disediakan di internet kemudian dikreasi menggunakan aplikasi photoshop,” kata Makinuddin.

Tak hanya itu, kegiatan karang taruna di Desa Minggirsari sangatlah aktif. Mereka mampu menangkap peluang ekonomi dengan memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya masyarakat. “Peluang-peluang ini kami wujudkan kemudian kami promosikan melalui website desa kami,” ujar Makinuddin.

Salah satunya, dengan membuat kawasan wisata berupa taman desa yang diresmikan Bupati Blitar pada Minggu (24/12). Objek wisata ini akan disukai masyarakat karena mengangkat konsep rekreasi dan minat khusus.

“Anak-anak muda akan senang dengan berselfie di pinggiran Sungai Brantas yang sudah disulap menjadi taman indah dan anak-anak kecil bisa memanfaatkan flying fox untuk mengasah keberanian,” katanya.

Kunjungan Mahasiswa Ubhara

Sementara itu mahasiswa Universitas Bhayangkara (Ubhara) studi banding terkait keterbukaan informasi publik ke Diskominfo Jatim. Kunjungan yang berlangsung pada 27 Desember 2017 itu dimaksudkan merupakan yang kesekiankalinya dilakukan lembaga pendidikan ke salah satu OPD Jatim itu.

Tampaknya Ubhara tertarik pada Diskominfo Jatim dalam memotivasi seluruh badan publik untuk menyampaikan informasi lebih transparan kepada masyarakat. Sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang sering meraih penghargaan terkait keterbukaan informasi publik, Diskominfo Jatim merasa perlu melakukan sharing atau berbagi ilmu dengan berbagai instansi manapun.

Sekretaris PPID Diskominfo Jatim, Agus Dwi Muhanan, menyatakan, di era yang serba digital kali ini diperlukan keterbukaan informasi lembaga pemerintahan sangat mutlak, guna mengontrol berbagai program yang dijalankan pemerintah.

Kunjungan itu berlangsung kurang lebih dua jam diselingi diskusi antar-mahasiswa. Pertemuan ini merupakan pendukung mata kuliah jurnalistik. Para mahasiswa juga menyempatkan diri berkunjung ke ruang PPID yang berada di lantai dasar Diskominfo Prov Jatim. (kmf, edt)