Emil Dorong UTM Maksimalkan Produksi Garam di Madura

52
Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak saat membuka Penandatanganan Kerjasama dan Forum Group Discussion (FGD) KEK Garam di Universitas Trunojoyo Madura, Senin (8/4).

Potensi garam begitu melimpah di pulau Madura. Kendati demikian, seharusnya hal tersebut bisa dimaksimalkan lagi. Apalagi saat ini kampus yang terletak di Bangkalan, Madura, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) tengah menggagas pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) garam di kawasan tersebut. Hal ini diharapkan bisa membantu produksi garam lebih melimpah.

Itulah yang disampaikan Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak saat membuka Penandatanganan Kerjasama dan Forum Group Discussion (FGD) KEK Garam di Aula Gedung Rektorat UTM, Senin (8/4).

Mantan bupati Trenggalek itu menambahkan, prosentase memaksimalkan produksi garam sejatinya bisa dicapai dengan memanfaatkan teknologi yang tepat guna.

“Ini khususnya UTM bisa jadi motor penggerak Madura untuk menghasilkan garam lebih banyak lagi dan berkualitas. Dan dengan disertai adanya teknologi, produksi garam bisa kontinyu,” kata Emil.

Menurut Emil, peningkatan produksi dan kualitas garam tersebut bisa terus dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya, kata dia, dengan mengatasi kerentanan terhadap kondisi cuaca. Hal itu, bisa dilakukan dengan teknologi yang sedang diuji coba, yakni flow down technology.

Selain itu, terdapat empat hektar lahan di Kabupaten Pamekasan yang sudah diakuisisi UTM untuk difungsikan sebagai tempat fasilitas laboratorium terpadu, termasuk satu hektar milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang akan disinergikan.

“Ini sudah disetujui oleh Kepala BRSDM dari KKP yang hadir Prof. Syarif. UTM silakan pakai fasilitas KKP untuk mengembangkan produksi garam,” katanya.

Emil berharap, Madura bisa menjadi Pusat Unggulan Inovasi (PUI) garam di tanah air. Untuk itu, ia memastikan akan mengawal proses tersebut. Termasuk salah satunya, memprioritaskan pengelolaan PUI Garam untuk dilaksanakan di Madura.

Ke depan, usai menjadi PUI garam, suami dari Arumi Emil Dardak itu menginginkan agar bisa dijadikan sebagai tempat science technopark atau taman teknologi. Dengan konsep tersebut, ia berharap agar berbagai teknologi bisa diuji. Sehingga bisa bisa memunculkan kelompok-kelompok baru yang menggunakan produksi  teknologi mereka.

“Jadi ini memang bukan hal yang tidak mungkin. Ini sesuatu yang justru potensial. Kembali lagi tadi teknologi mana yang digunakan, itu akan menjadi science technopark,” imbuhnya.

Sementara itu, Rektor UTM Dr. Drs. Ec. H. Muh. Syarif, M.Si mengatakan pengembangan KEK garam di wilayah Madura merupakan inisiatif dari UTM dalam pengembangan teknologi dan bisnis. Ikhtiar inisiatif ini dilaksanakan sebagai kelanjutan dari penetapan UTM sebagai PUI garam.

“Kami telah berharap sejak lama. Semoga dengan adanya pertemuan ini ada hal yang memberikan dorongan bagi kita semua,” ujarnya. (dd-07, hms)