Enam Daerah di Jatim Serentak Cairkan BLT DD, Malang Awali di Pandanlandung

287
Kadis PMD Jatim, Moh Yasin secara simbolis menyerahkan BLT DD di Desa Pandanlandung, Kabupaten Malang, Kamis (30/4/2020).

MALANG- Sebagai upaya mengurangi beban masyarakat terdampak Covid-19 di pedesaan, Pemprov Jatim kini terus mendorong pemerintah desa untuk melakukan percepatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD).

Di penghujung Bulan April lalu misalnya, sedikitnya enam daerah telah berhasil mencairkan BLT DD secara bersamaan. Di antaranya, Kabupaten Gresik, Lamongan, Tulungagung, Trenggalek, Lumajang dan Kabupaten Malang.

Kadis PMD Jatim, Moh. Yasin saat menghadiri penyerahan BLT DD di Balai Desa Pandanlandung, Malang, Kamis (30/4/2020).

Khusus di Kabupaten Malang, pencairan BLT DD pertama itu berlangsung di desa Pandanlandung. Sebanyak 54 KK masyarakat miskin terdampak Covid-19 menerima BLT DD sebesar Rp.600 ribu per bulan selama 3 bulan.

BLT DD yang dicairkan secara non tunai (cash less) itu diserahkan secara simbolis oleh Kadis PMD Prov. Jatim, Ir Moh Yasin MSi, mewakili Sekjen Kemendesa, Dr Anwar Sanusi PhD kepada 10 KPM, di kantor Balai Desa Pandanlandung, Kamis (30/4/2020).

Baca Juga  Dua Parasamya Warisan Paling Monumental

Dalam sambutannya melalui teleconference, Sekjen Kemendesa memuji kinerja jajaran PMD, Camat dan Kepala Desa di Jatim yg dengan cepat dapat menyalurkan BLT-DD.

“Karena ini selalu menjadi perhatian Bapak Presiden agar BLT DD segera dapat disalurkan unt membantu masyarakat miskin terdampak covid 19”, ujar Anwar Sanusi.

Kadis PMD Jatim, Moh. Yasin mengungkapkan, sampai dengan akhir April lalu, penyaluran BLT DD di Jatim telah berlangsung di 21 desa dengan jumlah penerima sebanyak 2.703 KPM. Jumlah itu tersebar di 9 kabupaten.

“Bu Gubernur melalui surat edarannya telah mengintruksikan agar penyaluran BLT DD dilakukan secara non tunai (cash less), agar menjamin akuntabilitas, tepat sasaran, tepat jumlah dan tepat manfaat. Kalau diberikan non tunai, uang langsung masuk ke rekening. KPM bisa mengambil sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan. tapi kalau diberikan tunai ada kemungkinan uang langsung habis untuk kebutuhan sesaat,” jelasnya.

Baca Juga  2019, Dana Desa Jatim Tembus Rp 7,4 Triliun

Padahal pandemi Covid-19 ini, belum bisa diketahui kapan akan berakhir. Kalau KPM punya tabungan di rekening, paling tidak ada jaminan ketenangan batin untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

“Ya, sekaligus ini juga membudayakan masyarakat agar gemar menabung” tambahnya.

Pejabat asal Bojonegoro ini juga menyampaikan, alokasi DD untuk Jatim tahun 2020 ini mengalami penyesuaian akibat realokasi APBN untuk penanganan Covid 19. Awalnya alokasi yang ditetapkan sebesar Rp 7,654 triliun, namun saat ini berkurang menjadi Rp 7,570 triliun.

“Jadi potensi maksimal BLT DD bisa mencapai Rp 2,285 triliun dengan KPM sasaran sebanyak 1.265.845 keluarga, yang tersebar di 7.724 desa,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Dinas PMD Kab. Malang mengatakan, setelah penyerahan BLT DD Desa Pandanlandung, akan segera menyusul desa-desa lainnya. Target minggu depan, Kecamatan Tumpang (5 desa), Singosari (4 desa), Tajinan (3 desa), dan masing-masing 1 desa di Kecamatan Kromengan, Wonosari, Gedangan, Sumberpucung, Kalipare, Ngajum, Lawang dan Wagir.

Baca Juga  Atasi Covid-19, Rp 2,3 Triliun Dana Desa Jatim akan Dialihkan untuk BLT Masyarakat Terdampak

“Total jumlah penerima manfaatnya sebanyak 2.288 KK dengan besaran dana mencapai Rp. 1.372.800.000,” terangnya. (*)