GAIN dan CPHI Bekali Enumerator untuk Monev Program 10 LMKM

34

SURABAYA – Dukungan kegiatan untuk program 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM) kepada 31 fasilitas kesehatan di Kota Surabaya yang dilaksanakan (GAIN), Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dan Center for Public Health Innovation (CPHI) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana memasuki tahap evaluasi.

Koordinator GAIN Kota Surabaya Jalil menjelaskan, evaluasi program ini dilakukan untuk mengukur pengaruh atau dampak yang ditimbulkan dari pelatihan-pelatihan yang telah dilaksanakan terhadap implementasi 10 LMKM di fasilitas kesehatan sasaran program.

Sebelumnya, pada kurun waktu Mei hingga September 2020, GAIN dan CPHI bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya telah melaksanakan pelatihan. Yakni, pelatihan dan workshop perumusan kebijakan 10 LMKM, pelatihan promosi dasar dan dukungan menyusui bagi tenaga non kesehatan, pelatihan tata laksana dan konseling dasar menyusui bagi tenaga kesehatan, dan TOT bagi calon fasilitator konseling menyusui.

Baca Juga  Bude Karwo, Sosok Penyabar yang Sayang Keluarga

“Untuk mengukur efektivitas pelatihan yang telah diselenggarakan dan dampak pelaksanaan program 10 LMKM, khususnya pada langkah ke-1 dan ke-2, maka diperlukan monitoring dan evaluasi (monev),” kata Jalil.

Dia melanjutkan, terdapat dua bentuk kegiatan monitoring dan evaluasi yang akan dilakukan, yaitu pengumpulan data oleh enumerator dan supervisi oleh tim Dinas Kesehatan.

Pengumpulan data oleh enumerator dilakukan di seluruh fasilitas kesehatan intervensi program sebanyak 31 faskes. Sedangkan supervisi dilakukan secara acak terhadap 20 faskes yang terdiri 9 rumah sakit dan 11 puskesmas.

“Mengingat kondisi di lapangan masih dalam masa pandemi covid 19, maka pelaksanaan kegiatan evaluasi akan dilaksanakan melalui daring,” lanjutnya.

Pembekalan enumerator untuk monev program 10 LMKM oleh GAIN, Dinkes Kota Surabaya, dan CPHI. (Foto-foto: GAIN Kota Surabaya)

Baca Juga  Kader Posyandu Peroleh Pelatihan Emo Demo

Jalil menerangkan, monev program 10 LMKM akan dilaksanakan mulai bulan Oktober sampai dengan Desember 2020.

Beberapa hal yang akan dievaluasi pada tahapan ini antara lain, kebijakan tertulis mengenai 10 LMKM, tingkat implementasi kebijakan, ketersediaan ruang laktasi sesuai standar, hingga pengumpulan data dari sasaran ibu yang melahirkan di faskes.

Agar pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program 10 LMKM berjalan dengan efektif, maka CPHI bersama GAIN memberikan pembekalan kepada tim enumerator di 5 kabupaten/kota secara bertahap.

Pembekalan pertama dilaksanakan pada Selasa (13/10/2020) untuk Kota Surabaya dan Kabupaten Trenggalek yang dilaksanakan secara daring.

“Pembekalan ini dilaksanakan agar tim enumerator memahami tatacara dan mekanisme pengumpulan data dan mampu mengisi form-form evaluasi dengan benar,” pungkas Jalil. (jl, uul)